Epitychia Kunci Emosi Musim Hujan Lewat EP Perdana “Jeruji Berkarat”

Epitychia Kunci Emosi Musim Hujan Lewat EP Perdana “Jeruji Berkarat”

Menjelang datangnya musim hujan, band rock-alternatif asal Magelang, Epitychia, menghadirkan sebuah karya penuh emosi dan narasi lewat extended play (EP) perdana mereka bertajuk “Jeruji Berkarat”. Proyek ini menjadi tonggak penting bagi unit yang sebelumnya telah merilis lima single sejak 2020, menandakan keseriusan dan keteguhan mereka dalam merangkai karya musik yang jujur dan mendalam.

Lahir dari transformasi identitas, Epitychia bermula dengan nama The ARK (The Arch Rock Killer). Meski sempat mengalami pergantian personel, karakter band ini justru semakin kuat dengan formasi terkini: Riyan Danu (gitar/vokal) sebagai satu-satunya anggota awal yang bertahan, bersama dua rekan baru, Niko Zun (bass/vokal) dan Bagus Munir (drum). Perubahan ini menjadi fondasi baru yang menyegarkan semangat mereka dalam bermusik, sekaligus menandai perubahan nama menjadi Epitychia.

“Jeruji Berkarat” bukan sekadar rilisan, melainkan sebuah narasi kolektif tentang perjuangan, kesedihan, dan amarah yang lahir dari pengalaman hidup masing-masing personel. Tajuknya yang lugas dan tanpa kiasan mempertegas karakter musik yang dibawa oleh Epitychia—jujur, langsung, dan apa adanya. Sang frontman, Riyan Danu, menyebut mini album ini sebagai perwujudan perjalanan internal para anggota band dalam melampaui “jeruji” batin mereka masing-masing. “Pada akhirnya hanya kekuatan diri sendirilah yang bisa diandalkan, bukan orang lain,” ungkapnya.

Dari sisi musikalitas, Jeruji Berkarat menawarkan nuansa emo dan rock alternatif yang lebih modern, dengan sentuhan produksi yang terdengar matang meski dikerjakan secara independen. Lirik-liriknya ditulis tanpa pretensi, jauh dari kesan sok puitis, namun tetap sarat makna. Epitychia menghindari permainan metafora yang rumit dan memilih untuk menyampaikan pesan mereka secara langsung—mencerminkan kejujuran yang menjadi ciri khas mereka.

EP ini tak hanya menjadi catatan musikal, tapi juga dokumentasi perjalanan emosional para anggotanya. Ia berbicara tentang batas, proses pendewasaan, dan keteguhan hati untuk terus berjalan. Lewat Jeruji Berkarat, Epitychia mengajak pendengar untuk ikut merenungi dinamika hidup dan menerima setiap luka sebagai bagian dari proses menjadi manusia yang utuh.

Kini, EP “Jeruji Berkarat” sudah tersedia di seluruh platform digital streaming, siap untuk menemani hujan dan segala perasaan yang datang bersamanya. Epitychia telah membuka lembaran baru dalam perjalanan mereka, dan ini baru permulaan.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner