‘Eternal Journey to The Greatest Self Exploration’ : Album Rasa Britpop dan Rock Modern Ala The Rentenir
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers The Rentenir
Pengaruh gaya dari David Foster hingga The Beatles dimasukkan kedalam album “Eternal Journey to The Greatest Self Exploration”. Para pendengar diajak untuk menikmati interpretasi musik Britpop hingga rock 60-an ala The Rentenir
Trio indie pop asal Malang yang memiliki nama unik, The Rentenir akhirnya menyajikan sebuah album penuh setelah melalui perjalanan di industri musik tanah air sejak akhir tahun 2019. Diberi judul Eternal Journey to The Greatest Self Exploration, album berisikan 9 nomor ini telah hadir di berbagai layanan streaming digital seperti Spotify, Apple Music, The Store Front dan masih banyak lagi.
Band yang digawangi oleh Vinnory a.ka Cim (gitar/vokal), Dimas (gitar/vokal), serta Hafizh a.k.a Hasr (bass/vokal) tersebut melalui banyak liku dalam proses pengerjaan album perdana mereka. Proses persiapan dan pengerjaan album ini memakan waktu kurang lebih 1 tahun, karena masing-masing dari mereka terbentur kegiatan dan tanggung jawab lain diluar band yang wajib dikerjakan seperti kuliah dan bekerja.
Menyempatkan waktu untuk sekadar brain storming dan memantapkan materi untuk album penuh perdana mereka menjadi solusi bagi ketiganya yang sebelumnya pernah merilis single seperti “LoveKills, Queen” dan “NewHigh”. Eksplorasi sound, tema, hingga isi lagu di album Eternal Journey to The Greatest Self Exploration menjadi lebih beragam dibandingkan rilisan mereka sebelumnya. Ditilik dari segi musik, pengaruh gaya dari beberapa musisi seperti David Foster hingga The Beatles dimasukkan kedalam rekaman ini. Sedangkan dari segi genre, para pendengar diajak untuk menikmati interpretasi musik Britpop, pop 90-an, rock modern, hingga rock 60-an ala The Rentenir.
Dari ke-9 track yang ada di album ini, “Eternal Journey”, “New High”, “Get Out!”, “It Comes Again”, “Luna”, “It Might Be A Double cross”, “All The Amens”, “This Song Is For Remembering You and Me” hingga “The Queen Is Dead”, para personel memilih “Get Out!” sebagai lagu andalan yang diperkenalkan pada khalayak untuk mewakil ialbum.
“Kami memilih Get Out sebagai lead single adalah karena menurut kami lagu tersebut adalah lagu yang cukup kompleks, dibentuk dengan riff yang ritmis dan distorsi yang memunculkan nuansa sedikit keras. Diharapkan juga menjadi lagu yang mudah didengar dan dinikmati serta mudah tertancap dikepala pendengar,” lanjut trio ini.
Meskipun mengambil inspirasi musik yang bervariasi, satu benang merah yang ada di album ini adalah tema pencarian dan eksplorasi jati diri. Mereka mencoba untuk membuat korelasi yang solid antara tema dengan lagunya. Menurut mereka korelasi tersebut sudah cukup terjalin, meskipun dinamika antar track di album ini layaknya rollercoaster.
Sembari mempromosikan album terbarunya, mereka telah mempersiapkan sebuah kejutan berupa sebuah pengalaman audio visual yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. Tidak mau membocorkan rencana mereka lebih jauh, para pendengar akan dijamu oleh sebuah karya yang tidak terlupakan nantinya.
Dikesempatan lain, The Rentenir juga sering kali melakoni berbagai gigs, baik di dalam maupun luar kota untuk menjalin jejaring, mengenalkan identitas mereka, serta menghibur para penikmat musik dimanapun. Memupuk harapan untuk semakin dikenal luas.
Selain itu, bisa dibilang album Eternal Journey to The Greatest Self Exploration hadir sebagai permulaan karir mereka dan tentunya sudah bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja. Single “GetOut!” juga sukses masuk ke daftar putar editorial Spotify yakni “Fresh Finds Indonesia”, jadi jangan lewatkan rilisan yang satu ini!
Comments (0)