Féath Gandeng Nanda dari MIKA dalam “Asa”, Sebuah Lagu Emosional tentang Kehilangan
Unit ambient rock asal Malang, Féath, kembali menyapa pendengar dengan single ketiga bertajuk “Asa”, sebuah lagu yang menyelami tema kehilangan, harapan, dan refleksi diri. Dirilis pada 27 Juli 2024, lagu ini menjadi penanda penting dalam perjalanan musikal band yang digawangi oleh Unad (vokal), Eka (bass), Wawan (drum), dan Drajat (gitar)—sekaligus menjadi rilisan perdana mereka dalam bahasa Indonesia.
Menambah kedalaman emosi dari lagu ini, Féath menggandeng Rizky Ananda Arief alias Nanda, vokalis dari band emo MIKA, sebagai kolaborator. Kombinasi vokal Unad dan Nanda menciptakan dinamika yang mengalun lembut namun menghantam perasaan. “Menurut kami Nanda MIKA adalah sosok yang tepat untuk mempresentasikan emosi dari makna lagu ini. Style vocalnya fit-in dengan musik kami, dan dia juga memberikan sudut pandang berbeda tentang kehilangan,” ungkap Féath.
Secara musikal, “Asa” tetap berada dalam ranah ambient rock dengan sentuhan post-rock yang khas, namun kali ini mereka memperluas lanskap bunyinya dengan elemen orkestra yang mempertebal atmosfer emosional. Proses kreatif lagu ini dimulai sejak 2021, kemudian berlanjut ke tahap workshop di 2023, dan proses rekaman rampung di awal 2024 dengan mixing dan mastering selesai pada Mei 2024. Féath juga mengakui adanya tantangan dalam menulis lirik berbahasa Indonesia—langkah baru dalam diskografi mereka—namun berhasil menyampaikan emosi yang mereka inginkan.
Tak hanya berhenti di audio, “Asa” turut dirilis dalam format video musik yang menghadirkan narasi puitis nan surealis. Berlatar di sebuah kafe bernuansa vintage, video klip ini menggambarkan kisah seorang yang kehilangan sosok tercinta dan tiba-tiba menerima telepon dari dirinya sendiri di linimasa lain. Percakapan tersebut memberinya kesempatan untuk mencegah kejadian yang sama terulang, menambah lapisan emosional dari lagu ini. Seluruh anggota Féath dan Nanda juga turut hadir dalam video tersebut, menambah nilai visual bagi penikmat musik mereka.
Sebagai bagian dari perayaan rilis ini, Féath juga tampil live dalam sebuah gigs di kedai kopi di Malang. Meski belum menggelar showcase skala besar, band ini menyampaikan keinginannya untuk fokus memperkenalkan single terbaru ini ke khalayak lebih luas.
“Asa” kini sudah bisa dinikmati di seluruh platform streaming digital, dan video klipnya bisa disaksikan di kanal YouTube resmi Féath. Untuk kabar terbaru dan perjalanan musik mereka selanjutnya, ikuti @feath.music di Instagram.
Satu hal yang pasti: “Asa” bukan hanya sekadar lagu tentang kehilangan, tapi juga tentang kesempatan untuk memaknai ulang harapan.
Comments (0)