“Gugatan Rakyat Semesta” : Lagu Lama yang Disempurnakan .Feast

“Gugatan Rakyat Semesta” : Lagu Lama yang Disempurnakan .Feast

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers .Feast

Lagu lama rasa baru ceritanya. .Feast coba mengarahkan aransemen lama ke arah mood yang baru agar lebih modern dengan style .Feast terkini agar lebih ‘gagah’

.Feast merupakan sebuah band yang memiliki konsentrasi terhadap kritik negara, pembunuhan, ketimpangan ekonomi dan persekusi agama dalam tema-tema karyanya. Digawangi oleh Baskara Putra (yang dikenal sebagai Hindia), Fadli Fikriawan, Ryo ‘Bodat’, Dicky Renanda dan Adnan S.P, kelimanya memperkenakan diri melalui album debut mereka, Multiverses pada tahun 2017 dan mini album yang mendapat pujian kritis, Beberapa Orang Memaafkan (yang oleh banyak orang dianggap sebagai rilisan terbaik di tahun itu) pada tahun 2018, .Feast telah mengumpulkan banyak pengikut dalam hal jumlah penonton/basis penggemar dan juga telah mendapatkan reputasi sebagai salah satu band rock terbesar di Indonesia, padahal mereka tidak pernah menyatakan diri sebagai band rock.

Tercatat sejauh ini Feast pernah menjadi salah satu nominasi rock duo/grup/Kolaborasi terbaik oleh Anugerah Musik Indonesia 2019. Lagu “Berita Kehilangan” bersama Rayssa Dynta menjadi nominasi duo/grup/grup vokal alternatif terbaik oleh Anugerah Musik Indonesia 2019. Viral Act Paling Dikagumi LINE Indonesia Awards 2019 oleh LINE Indonesia. Lagu “Tarian Penghancur Raya” masuk menjadi nominasi duo/grup/grup vokal alternatif terbaik oleh Anugerah Musik Indonesia 2020. Komodifikasi menjadi nominasi duo/grup/grup vokal rock terbaik oleh Anugerah Musik Indonesia 2020.

Dengan sederet pencapaiannya tersebut .Feast kembali menceritakan perjalanan kisah seorang tokoh bernama Ali lewat single terbaru berjudul “Gugatan Rakyat Semesta”. Melanjutkan kisah Ali yang diceritakan lengkap lewat sebuah mini album, lagu “Gugatan Rakyat Semesta” menceritakan tokoh Ali yang sedang berada di posisi unggul dari lawan politiknya.

“Liriknya merupakan penggambaran adegan dari cerita dalam mini album yang akan datang, persisnya tentang usaha Ali (tokoh utama) dan kawan-kawan seperjuangannya menggulingkan jajaran pemerintahan dengan dukungan (hampir) penuh dari rakyat. Di titik ini sang tokoh utama sedang ada di atas angin, seringkali mendapat dukungan penuh, dan sangat disayang oleh masyarakat” ucap Baskara Putra atau Hindia, vokalis sekaligus penulis lirik Gugatan Rakyat Semesta.

Dari sisi penggarapan musiknya, .Feast seolah kembali dengan bentuk natural mereka. Lagu yang didominasi dengan riff -riff, tempo medium menuju cepat, drum yang marching, hingga gitar dan bass yang sarat distorsi. Bentuk musik yang terdengar familiar sejak .Feast berdiri ini bukan tanpa alasan, melainkan memang “Gugatan Rakyat Semesta” merupakan lagu yang pernah ditulis pada tahun 2015 dengan judul lain. Menurut Dicky Renanda sang gitaris sekaligus komposer utama “Gugatan Rakyat Semesta” mengataka jika lagu ini sudah ada sejak lama dan sudah ada dasarnya. Mereka mencoba menggeser chordnya dan buat beberapa part baru. Mereka coba mengarahkan aransemen lama ke arah mood yang baru agar lebih modern. Lagunya analog banget sebenernya, tapi mereka perbarui dengan style .Feast terkini agar lebih gagah.

Beberapa lagu yang akan hadir di mini album nanti merupakan pemugaran dari lagu-lagu yang sudah pernah mereka tulis pada tahun 2015 silam, termasuk single “Gugatan Rakyat Semesta”. Secara penulisan sebenernya melanjutkan apa yang sudah mereka pernah tulis di lagu “Mantrabreaker”, yang menjadi basis lagu ini. Bedanya mungkin ini jauh lebih matang dari versi 2015. Dulu mereka melakukannya hanya dengan jamming di studio, dan kini mungkin lebih efisien ketika masing-masing dari mereka mulai banyak ngulik DAW setelah mini album Uang Muka. Namun, mereka tidak ingin menghilangkan apa yang jadi benang merah musik .Feast tahun 2015 tersebut. Benang merah yang menjadi identitas sonik tersendiri bagi .Feast di earth-03. Rif based, dominasi gitar, tempo yang lebih cepat. Simak lagunya melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - “Sekitar Pukul Dua”: Sudut Pandang Usia 20-an Ala The Buitenboy

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner