Hadir dengan Musik 'Nakal', Merry SX Lepaskan Single Anyar
Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Merry SX
Setelah memperkenalkan identitas mereka melalui mini album "STILL YOUNG AND DUMB" pada tahun 2022, band p*rn punk/pop punk asal Indonesia, MERRY SX, kembali hadir dengan album penuh pertama mereka yang bertajuk "MENCAPAI TITIK HIGH". Dirilis dengan total 11 lagu, album ini membawa warna yang lebih matang secara musikal, namun tetap liar dan provokatif secara tematik.
Dengan gaya khas mereka yang menggabungkan energi pop punk yang catchy dengan lirik penuh sensualitas dan ironi kehidupan malam, "MENCAPAI TITIK HIGH" bercerita tentang perjalanan seorang lelaki f*ckboy yang bergelut dengan drama percintaan, seks, alkohol, dan pencarian jati diri menuju puncak hidupnya. Album ini tidak hanya merayakan kenikmatan duniawi, tetapi juga menyimpan pesan reflektif tentang konsekuensi dari gaya hidup hedonistik.
Makna dari judul album ini merangkum semangat dualitas: high sebagai simbol klimaks kehidupan dan kesuksesan, namun juga sebagai kondisi "melayang" akibat gaya hidup penuh ekses. MERRY SX mengemasnya sebagai bentuk doa dan pengingat: bahwa dunia malam mungkin menggoda, namun tidak selalu mudah dijalani.
Band yang terbentuk pada tahun 2021 ini memang dikenal dengan lirik-liriknya yang vulgar, frontal, dan tanpa tedeng aling-aling. Mereka kerap menyuarakan sisi gelap dan bebas dari kehidupan lelaki urban—sebuah realitas yang sering kali dibungkam atau dianggap tabu. Dengan keberaniannya itu, MERRY SX menyebut dirinya sebagai pionir p*rn punk di Indonesia—genre yang masih sangat jarang ditemui di skena musik lokal.
"MENCAPAI TITIK HIGH" diharapkan bisa menjadi pelecut semangat bagi mereka yang sedang bergelut dengan persoalan cinta, seks, dan pencarian makna dalam hidup. Album ini kini sudah tersedia di berbagai digital streaming platform.
Dengan rilisan ini, MERRY SX tak hanya mempertegas eksistensinya sebagai band dengan karakter kuat dan berani berbeda, tetapi juga membawa warna baru dalam kancah musik independen Indonesia—meskipun penuh kontroversi.
Comments (0)