HARS 'Merayakan' Matinya Rasa Kemanusiaan via Debut Singlenya

HARS 'Merayakan' Matinya Rasa Kemanusiaan via Debut Singlenya

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers HARS (foto merupakan karya dari Dwiki  Wahyu Enanto)

“Kami Juga Berhak” adalah single pertama dari HARS yang ungkapan kemarahan, kekecewaan, dan duka cita atas matinya rasa kemanusiaan

Seorang solois asal Malang mencoba menyuarkan arti ‘termarjinalkan’ dalam tatanan kelas sosial masyarakat saat ini. Via debut singlenya yang berjudul “Kami juga Berhak”, Rizkyatul Bazir dengan monikernya HARS, menyingkap tabir lain dari dirinya yang selama ini tercatat sebagai salah satu punggawa grup Midwest Emo/Math rock, Eastcape.

Pengalaman hidup dari HARS tertuang  begitu jelas lewat proyek solonya ini. Bentuk refleksi dari asam garam kehidupan pribadinya, HARS mencoba untuk menyelami makna dan arti dalam hidupnya. Bagaimana akhirnya dia  bisa menyentuh tombol mode ‘berjuang’ pada setiap fase-fase sulit kehidupan yang mendewasakannya.

“Kami Juga Berhak” merupakan salah satu single swakarya yang termasuk dari rangkaian debut EP Momentum (berisikan 5 track lagu yang akan dirilis secara mandiri pada awal tahun 2022)

“‘Kami Juga Berhak’ adalah ungkapan kemarahan, kekecewaan, dan duka cita atas matinya rasa kemanusiaan.” Terang HARS. Terlepas dari sepaket kerumitan yang menyertainya, HARS mendedikasikan lagu ini untuk khalayak luas yang hingga saat ini masih merasa menjadi korban yang terhakimi, tidak tertolong, terkucilkan, masih tertunda kemerdekaannya atas hidupnya sendiri.

Lagu ini dirilis pada 10 Desember 2021, bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia Sedunia. Lewat lagu ini pula HARS mendedikasikannya untuk kita semua yang hingga saat ini masih merasa menjadi korban. Mereka yang terhakimi, mereka yang tidak tertolong, mereka yang terkucilkan, mereka yang hingga saat ini masih belum merdeka atas hidupnya sendiri. Sebuah tembang pembebas bagi yang terpinggirkan.

Mempertalikan ragam aliran musik, mulai dari world music, blues, rock dan folk, referensi dari tembang “Kami Juga Berhak” berangkat dari kesukaan HARS kepada Tinariwen, band asal Mali dengan pola ritmik up beat yang dibalut melodi pentatonic khas musik-musik Afrika, diracik dan diadaptasi, hingga disesuaikan selera kuping yang lebih ‘Indonesia’. Telisik juga preferensi diksi dalam lirik yang ditulis HARS pada single “Kami Juga Berhak” yang menggunakan Bahasa Indonesia, begitu lugas dan prestisius. Seolah-olah ingin menelanjangi  arti keadilan yang sesungguhnya di negeri ini.

Untuk memvisualkan single “Kami Juga Berhak”, HARS berkolaborasi dengan Alvin Cahya Achmadi, desainer grafis/ilustrator asal Kota Malang untuk mengerjakan art covernya. Kemahiran Alvin cukup sahih untuk urusan menggambar artwork band. Selain itu, pengalaman Alvin yang sempat mengerjakan merchandise event musik membuat HARS terdorong ingin membuat karya yang bisa menjadi wadah keduanya, semacam persekutuan keahlian lintas bidang. Dalam projek terbarunya, Alvin mengerjakan official merchandise beberapa roaster Sun Eater Coven yang dirilis oleh Monstore.

Melalui single pertama ini, HARS juga menandai ancang-ancang lebar untuk

mempersiapkan mini album pertamanya yang dijadwalkan akan rilis bulan Maret tahun 2022, sekaligus sebagai bentuk ‘perayaan’, dua tahun pagebluk mengamuk dengan kasus pertama virus corona (Covid-19) ditemukan di Indonesia.

Single “Kami Juga Berhak” telah dirilis terlebih dahulu melalui paltform YouTube dalam format lirik video pada 10 Desember 2021 yang bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia. Saat ini “Kami Juga Berhak” sudah tersedia di berbagai macam platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, iTunes,Youtube Music, Deezer, dan JOOX.

Selain itu, HARS juga membuka pre-order merchandise yang meliputi Postcard, Sticker Pack dan T-shirt. Untuk info pemesanan dapat langsung menghubungi contact person yang tertera atau melalui direct message Instagram @rizkyhars.

BACA JUGA - Perdana dari Rayhan Murtaza, Rocker Berjoget Ajojing “La Cassa Cosindo”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner