Hermione Tumpahkan Luka dan Harapan dalam Mini Album Debut “Mellowness”
Band kuartet asal Tangerang, Hermione, resmi memperkenalkan mini album perdana mereka yang bertajuk Mellowness pada 29 November 2024. Nama band ini terinspirasi dari karakter fiksi Hermione Granger dalam seri Harry Potter, dipilih karena keindahan pengucapannya. Di balik nama yang lembut itu, tersimpan musik yang justru agresif, namun tetap katarsis—perpaduan midwest emo dan math rock yang menjelajah emosi dengan nada-nada sendu dan dentuman penuh perasaan.
Hermione terdiri dari Devin Aryo (vokal, bass), Amar Pasya (gitar), Alfiansyah (gitar), dan Reiner Djalu (drum). Sejak awal, band ini sudah menunjukan ketertarikan pada band-band midwest emo melankolis seperti Eleventwelfth, Murphy Radio, Beeswax, American Football, Turnover, hingga Beijing Connection. Warna musikal mereka mencerminkan pengaruh tersebut, namun diolah dengan identitas yang terasa sangat personal dan dekat.
Mellowness menyuguhkan empat lagu yang disebut Hermione sebagai “indah, agresif, dan riang-pilu”. Judul albumnya sendiri berarti kesenduan—sebuah refleksi tentang pendewasaan dalam cinta yang menjadi benang merah di seluruh track. Lagu pembuka, “Almost Midwest Emo, Cause You Made Me So”, menyuarakan upaya memahami rasa sakit dari sebuah kisah cinta. Diikuti “Fireflies” yang memotret keterasingan dalam cinta yang belum usai. Track ketiga, “Questioning Why You Leave Me When You’re Not Supposed To”, menghadirkan kegelisahan atas relasi yang runtuh, dan ditutup dengan “Watchcase That I Should’ve Sent You 2 Years Ago”, yang menyiratkan kerinduan dan harapan yang tertahan.
Salah satu kekuatan Mellowness terletak pada liriknya yang jujur dan tidak bertele-tele. Hermione tidak menggunakan diksi bahasa Inggris yang rumit untuk menyampaikan emosinya, membuat lagu-lagu mereka terdengar natural dan mengena tanpa harus membelokkan makna.
Uniknya, proses kreatif Mellowness berlangsung dalam suasana yang cukup sakral—yaitu selepas adzan maghrib selama bulan Ramadhan. Band ini banyak berlatih, mengulik, dan merekam materi saat waktu berbuka tiba. Lirik-lirik dalam album ini pun lahir dari kisah cinta sang drummer, Reiner, yang menjadi fondasi emosional keseluruhan karya.
“Kami sering latihan, ngulik, dan rekaman setelah adzan Maghrib saat bulan Ramadhan. Ini juga merupakan pertaruhan nasib kami dalam bermusik,” ujar Hermione.
Dari segi musikalitas, Mellowness menampilkan permainan gitar clean dengan teknik picking dan strumming yang dalam, dibalut dengan bass yang solid meski tidak mencolok, serta drum dinamis yang menghadirkan ragam ritme. Vokalnya terdengar emosional dan mengalir, memperkuat nuansa organik khas midwest emo.
Dalam proses produksinya, Hermione mengandalkan pendekatan DIY (Do It Yourself) karena keterbatasan alat. Beberapa bagian direkam di rumah sang vokalis, Devin, dan digarap bersama DSP Studio. Proses tersebut berlangsung selama delapan bulan dan menggambarkan tekad mereka dalam menghadirkan karya otentik. Album ini juga merupakan hasil kerja sama dengan label musik Mespial.
Dengan Mellowness, Hermione berharap musik mereka dapat menjadi teman perjalanan bagi siapa pun yang tengah berperang dengan rasa sedih, kehilangan, atau harapan yang tak kunjung tiba. Mereka pun menyampaikan rasa terima kasih kepada semua yang telah membantu menyelesaikan rilisan ini.
Mini album Mellowness kini telah tersedia di seluruh layanan streaming musik digital sejak 29 November 2024.
Comments (0)