Hummus Sorot Isu Kemanusiaan dalam Single "Tanah Mati"
Sumber foto : Diambil dari siaran pers Hummus
Melalui single “Tanah Mati”, Hummus telah mengajak kita untuk terus merefleksikan persoalan tentang kemanusian, khususnya persoalan direbutnya hak untuk hidup yang berkali-kali terjadi di sekitar kita
Lembaran baru belantika musik di ranah independen kembali mencatat karya-karya anyar dengan beragam suguhan segar. Salah satunya, Hummus, yang memadukan unsur afrobeat dengan musik rock sebagai akar musik mereka beserta sentuhan elemen timur tengah yang kini menjadi gaya bermusik dari trio Bram (gitar), Andzar (drum), dan Andi (bass).
Setelah dipaksa untuk hiatus karena kesibukan duniawi yang tak terelakkan, Hummus akhirnya kembali dengan nuansa baru melalui single bertajuk “Tanah Mati”. Lagu ini merupakan materi terdahulu Hummus yang direka ulang oleh mereka untuk kemudian dirilis kembali dengan komposisi musik yang lebih fresh.
Berawal dari kegemaran para personil Hummus mengkonsumsi genre musik rock dan musik-musik timur tengah, memicu mereka untuk menggubah lagu yang terinspirasi dari genre musik tersebut. Hummus membawa soul afrobeat ke dalam segenap materi yang akan dirilis. Pemilihan afrobeat dilandasi keinginan memperkaya sound di lagu-lagu mereka.
Dalam single “Tanah Mati”, Hummus dibantu oleh pentolan dari grup band Tiga Pagi yakni Sigit Pramudita sebagai Produser musik dan Rizqi Pratama dalam melengkapi instrumen lainnya. Ini adalah manifestasi perasaan gamang tiap personilnya dalam menyoroti isu kemanusiaan, khususnya genosida yang terjadi di Palestina.
Hummus menyampaikan, melalui lirik nan eksplisit dan nyanyian yang cukup lirih, Hummus melantunkan rasa duka dan prihatin yang ditopang dengan musik rock bernuansa timur tengah ditambahi corak afrobeat. Pada bagian rhythm yang bertugas sebagai jantung di lagu ini beresonansi dengan nyanyian berlirik layaknya mantra, keduanya saling menjaga kestabilan lagu dan berharap semoga rasa duka dalam lagu ini dapat tersampaikan ke para pendengar.
Melalui single “Tanah Mati”, Hummus telah mengajak kita untuk terus merefleksikan persoalan tentang kemanusian, khususnya persoalan direbutnya hak untuk hidup yang berkali-kali terjadi di sekitar kita. Single ini akan dirilis pada 26 Januari 2024 ini, melalui layanan berbagai platform musik pada umumnya. Silahkan simak informasi selanjutnya melalui sosial media Hummus di @Hummus_band
Comments (0)