"Ilusi Nasionalis": Perkenalan yang Garang dari Personal Issues

Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Personal Issues

Liriknya yang tajam dan berani seperti “nasionalis penuh ilusi, diplomasi suki tutsi” berpadu dengan sajak-sajak bengal di bagian tengah hingga akhir lagu, menciptakan atmosfer dramatis yang menegaskan pesan lagu ini sebagai bentuk protes yang sadar dan terarah

Tepat di Hari Lahir Pancasila, band hardcore-punk asal Banjarnegara, Personal Issues, merilis single debut bertajuk “Ilusi Nasionalis”. Tanggal 1 Juni bukan sekadar momen simbolis—melainkan penegasan sikap atas keresahan terhadap nasionalisme sempit yang belakangan digunakan sebagai tameng oleh segelintir elite untuk kepentingan pribadi.

“Ilusi Nasionalis tuh kayak aku ngelihat nasionalisme akhir-akhir ini digunakan untuk mengorbankan yang lain, apalagi dalam konflik agraria. Apa yang disebut demi negara, ternyata sering nggak jelas siapa yang sebenarnya diuntungkan,” ungkap Radhitya Aji, vokalis sekaligus penulis lagu. Ia menyebut proyek geothermal power plant di Dieng sebagai salah satu sumber inspirasinya—sebuah proyek yang mencuatkan polemik lingkungan dan perampasan ruang hidup warga.

Lewat aransemen D-beat hardcore-punk yang meledak sejak detik pertama, “Ilusi Nasionalis” tidak hanya menyodorkan amarah dan energi. Liriknya yang tajam dan berani seperti “nasionalis penuh ilusi, diplomasi suki tutsi” berpadu dengan sajak-sajak bengal di bagian tengah hingga akhir lagu, menciptakan atmosfer dramatis yang menegaskan pesan lagu ini sebagai bentuk protes yang sadar dan terarah.

Band ini sendiri terbentuk pada 2021 oleh Radhitya Aji dan Prima Sebastian, dengan pengaruh dari band-band cadas seperti Disrupt, Dishonor, dan Ultra Violent. Dalam format live, mereka dibantu oleh Bahtiar Khairul Arifin (gitar) dan Ebi Dwiki Febi (bass), menciptakan kekuatan panggung yang padat dan berisik.

Single “Ilusi Nasionalis” kini sudah bisa dinikmati di berbagai digital streaming platform. Lagu ini juga akan menjadi bagian dari kompilasi bertajuk “Memorial Exodus”—proyek kolaboratif antara Perpustakaan Rakjat, Metamorse Studio, dan Sastagama Legacy yang akan dirilis Agustus 2024 mendatang. Kompilasi ini dimaksudkan sebagai bentuk perlawanan kultural untuk menyuarakan pelestarian alam Dieng.

Personal Issues tidak hanya membawa musik keras dari dataran tinggi Jawa Tengah, tapi juga amarah kolektif yang diolah menjadi seruan politik penuh makna.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner