Incremation Rilis Album Sadis Berjudul ‘Dilapidated Psyche’
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Incremation
Manusia dibakar hidup-hidup tentunya juga dilakukan oleh oknum-oknum atau segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, layaknya manusia yang tidak di manusiawikan. Satu hal yang juga tertuang di album Incremation, ‘Dilapidated Psyche’
Unit brutal death metal asal kota Malang, Incremation terbentuk pada tahun 2016. Saat ini Incremation dimotori oleh tiga personil, Sofian (vokal), Meigo (Gitar), dan Jovi (Drum). Konsep terbentuknya Incremation sendiri diambil dari salah satu lagu dari band yang menjadi Influnce mereka, Suffocation, di album Efigy Of Forgotten yang berjudul Re-Incremation. Mengambil kata belakang (Incremation) dan memotong kata Re. Pemilihan Incremation yang berarti kremasi tersebut juga bermakna jika setiap makhluk hidup yang ada pada akhirnya akan mati dan melewati sebuah proses pembusukan, hingga berakhir menjadi debu seperti layaknya sebuah proses kremasi.
Akumulasi musik secara personal menciptakan Incremation dengan nuansa brutal death metal, perpaduan balutan old school death metal, di mana mereka mengacu pada pengaruh band-band death metal berbahaya luar negeri seperti Gorgasm, Suffocation, Cannibal Corpse, Inveracity, dan Defeated Sanity.
Debut album dengan judul Dilapidated Psyche mereka rilis dibawah naungan bendera Dismembered Records (Banjarnegara). Dilapidated Psyche akan menjadi sajian kegilaan pemuas telinga, di mana lirik dan pengonsepan album ini telah dimulai sejak 2018 lalu. Album ini berisikan 9-track di dalamnya, antara lain “Prolusion”, “Inward Stomach Dissection”, “Flesh of An Abject Cadaver”, “Innate Arousal Pestilence”, “The Central Side of Validity”, “Rigorous Brainstem Euphoria”, “Dilapidated Psyche”, “Voracious Redemption of Self Deception”, serta “Uncontrollable Derangement of Persecution”.
Perpaduan sajian vokal yang mengeram, merepresentasikan akan sebuah (gore) kekejaman, kesadisan, kekerasan dari homo sapiens/manusia. Seperti pembunuhan atas dasar hawa nafsu dan niat busuk untuk mencelakai setiap manusia, serta lebih mementingkan kepentingan pribadi. Seperti salah satu contoh kasus sadis akibat salah paham, manusia dibakar hidup-hidup tentunya juga dilakukan oleh oknum-oknum atau segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, layaknya manusia yang tidak di manusiawikan. Penulisan lirik juga dibantu oleh Cepit Dargombes (Hysterorrhexis) yang sekaligus menjadi guest vocal di lagu “Rigorous Brainstem Euphoria”.
Proses meramu album ini cukup memakan waktu yang panjang, dimulai pengonsepan musik dan lirik yang dilakukan tahun 2018, berlanjut tahun 2019 masuk studio rekaman Asylum Project dengan operator recording Amal Subagio. Untuk sesi recording drum dilakukan pada tempat yang berbeda, yaitu di Klan Musik Studio dan Fitranto Haryo sebagai operator.
Pemolesan audio setelah sesi recording dikerjakan oleh Januaryo Hardi “Insidious Soundlab” dan berhasil menjadikan album ini terkesan kasar namun sound yang dihasilkan melebar. Cover art berwarna merah menceritakan tentang suasana yang mencekam pada suatu tempat dengan penghuni yang lebih mirip dengan suku pedalaman kuno, terancang begitu rapi oleh Rio Oscarysm.
Album Dilapidated Psyche akan resmi beredar berkala di toko-toko rekaman atau distributor lokal mulai sejak Maret 2022 lalu. Simak salah satu lagu dari album tersebut melalui tautan di bawah ini.
Comments (0)