Jam Malam dan Misi Kemanusiaan Dalam Musik

Jam Malam dan Misi Kemanusiaan Dalam Musik

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Jam Malam

Jam Malam ada untuk sebuah perlawanan senyap di masa lampau dan masa kini. Sampai akhirnya hal tersebut berbuah manis kala mereka merilis single berjudul “I.M.O (Indonesia My Opinion)” dan album ‘TIDVR BERJALAN’

Tahun 2017 menjadi catatan tersendiri bagi Kukuh (vokalis & gitar), Kingberbi (gitar & vokal), Pluto (bass), dan Raihan (drum). Pasalnya, keempat orang ini sepakat mengerucutkan semua kreasi bermusiknya lewat sebuah band bernama Jama Malam. Diakui oleh mereka pemilihan nama Jam Malam tidak lepas dari sejarah kelam bangsa Indonesia, di mana ketika itu VOC pertama kali memberlakukan jam malam pada waktu Indonesia belum merdeka. Sampai akhirnya sejarah berulang ketika bangsa Indonesia bersinggungan kembali dengan jam malam untuk kedua kalinya, yakni pada perpindahan orde lama menuju orde baru. Sejarah-sejarah inilah yang membuat mereka tertarik menggunakan nama tersebut.

Penggunaan istilah jam malam yang berbanding lurus dengan situasi genting saat terjadinya pemberontakan, hal itu pula yang kemudian coba digambarkan band ini dalam mengejawantahkan misi bermusiknya, di mana mereka ada untuk sebuah perlawanan senyap di masa lampau dan masa kini. Sampai akhirnya hal tersebut kemudian berbuah manis kala mereka merilis single berjudul “I.M.O (Indonesia My Opinion)”. Diakui oleh mereka jika single ini dilatarbelakangi oleh keadaan politik, sosial, agama yang terjadi belakangan ini di Indonesia.

“Sudut pandang kita mungkin 1000 titik bahasan dari segala aspek kehidupan, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita sebagai warga negara Indonesia menjaga persatuan itu sendiri”, ujar mereka dalam siaran persnya.

Tidak ingin berpuas diri terlalu dini, single “I.M.O (Indonesia My Opinion)” yang Jam Malam rilis kemudian dikuatkan pula dengan album perdana mereka yang berjudul TIDVR BERJALAN, yang memuat sembilan lagu tentang kemanusiaan dan satu lagu tentang akhir percintaan. “Dalam album ini kami menabur lirik-lirik sejarah yang senyap, antara lain : tragedi genosida 65, 98, alm Munir, bom Bali 1 dan 2, orde lama - orde baru, serta manusia-manusia yang turut andil dalam tercipta nya sebuah sejarah Kelam bangsa Indonesia”, ujar mereka, dikutip dari siaran pers yang DCDC terima.

Lebih kurang empat tahun berjalan, Jam Malam masih dan akan terus mengukuhkan pijakan dengan kebenaran yang mereka yakini, tentunya lewat musik, lirik, dan hal-hal yang memantik keresahan mereka hingga berbuah kreasi menarik untuk disajikan ke permukaan.

BACA JUGA - Siska Kabur Suguhkan Lika-Liku Pertemanan di Single “Hanya Kata-Kata”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner