Karat Menambah Semarak Kolaborasi antar Musisi Lintas Genre
Karat bersama Kidnep berusaha untuk menyampaikan semangat dan harapan untuk teman-teman yang tidak memiliki cerita hidup yang cukup baik
Satu lagi muncul, kolaborasi dari band metal dengan seorang musisi pria yang tidak mengusung aliran yang sama. Burgerkill pernah berkolaborasi dengan Fadly dan menghasilkan “Tiga Titik Hitam”, lalu Ipang Lazuardi pun sempat digaet oleh Aftercoma dalam kolaborasi pada “Raga Terbakar”. Kali ini, musisi lintas genre yang menjadi target adalah vokalis dari Flanella, yaitu Kidnep yang digandeng oleh Karat, band metal yang sama-sama berdomisili di Malang. Mereka bersekutu meracik satu ramuan baru yang dinamai “Elegi”.
Ada tujuan yang bersifat persuasif di dalam “Elegi”. Karat bersama Kidnep berusaha untuk menyampaikan semangat dan harapan untuk teman-teman yang tidak memiliki cerita hidup yang cukup baik. Mereka berusaha mengajak kita untuk terus berjuang, yakin, dan pantang menyerah. Tapi, kita pun dianjurkan untuk menjadi manusia yang berkaca sebelum menyalahkan suatu keadaan.
Pembagian vokal pada “Elegi” sebenarnya didominasi oleh nyanyian dari Kidnep. Suaranya yang mendayu-dayu harus bisa mengimbangi musik berdistorsi khas metal yang disajikan oleh Karat, dan peleburan itu ditemukan hampir sejak awal lagu hingga akhir. Scream dari Ferry (Vokal) pun tidak begitu banyak terdengar. Sebenarnya “Elegi” cukup gahar, tetapi konsep yang mereka usung terkesan “abu-abu”. Jika memang tujuan mereka adalah mengkombinasikan antara satu bentuk pesan semangat yang menggelora tetapi terbalut hati dan jiwa yang bimbang atau ragu, maka lagu ini cukup merepresentasi.
Comments (0)