Ke-‘GERRAM’-an Asal Palembang Lewat Rilisan Vidio Klip Lagu Barunya, “Teriak Pesakitan”
Perih; kata sesuai untuk mewakili lagu GERRAM berjudul “Teriak Pesakitan” yang rilis minggu ini.
“Teriak Pesakitan” berisikan jerit dan tangis mohon ampun atas segala siksa, adalah sebuah persembahan GERRAM. Lagu blackened hardcore-punk yang bernuansa kejam dan muram. Kekejaman dalam lagu “Teriak Pesakitan” digambarkan oleh GERRAM lewat riff gitar dan energi teriakan vokal. Tabuhan drumnya saling mencabik-cabik satu sama lain. Dalam penulisannya, lagu “Teriak Pesakitan” terinspirasi oleh kekejaman psikotik seseorang yang tega menyiksa dan menganiaya seseorang untuk kepuasan pribadi. Namun apabila dilihat secara umum, lagu “Teriak Pesakitan” punya makna perihal ‘penyiksaan’ yang bukan beralaskan mental dan fisik, tapi juga ‘penyiksaan politik’ yang telah terjadi di mana saja.
Klip musik untuk lagu “Teriak Pesakitan” dirilis dalam rangka mendobrak suasana mainstream ala hari Valentine. Menurut band asal Palembang ini, semua perayaan cinta itu hanyalah seremonial tahunan yang semu.
Lagu “Teriak Pesakitan” ini ditulis oleh seluruh personil band-nya: Abim Fakhri Saleh, Irwandra Septiady, Rinaldy Putra, dan Rio Falenta. Sedangkan di sektor diksi penulisan lirik, GERRAM dibantu oleh Aulia Effendy. Lagu ini dibawah naungan label indie bernama Blacksheep Records, dengan diproduseri Farid Amriansyah. Direkam di Blacksheep Studio, dengan sentuhan operator Panji Mustaqiem. Sedangkan proses mixing dan mastering-nya dikerjakan oleh Jimmy Delvian dari AD Studio.
Untuk wilayah vidio klip, sutradara yang bekerja sama dengan GERRAM adalah Phebe Angela, dengan dampingan director of photography Enggar Kalbuadi, dan talent Carolus Moa. Jajaran produser eksekutif dikepalai oleh Siasat Partikelir.
Sumber foto : Akun Facebook Page GERRAM
Comments (0)