Kembali ke ‘Zona Nyaman’, Munthe Kembali Tulis Lirik Berbahasa Inggris di Lagu “A Day”

Kembali ke ‘Zona Nyaman’, Munthe Kembali Tulis Lirik Berbahasa Inggris di Lagu “A Day”

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Munthe

Di lagu “A Day” Munthe kembali untuk menulis lirik berbahasa Inggris dan kembali mengangkat tema cinta serta bercerita mengenai rasa kagum yang tertuju kepada seseorang

Munthe, seorang solois yang keberadaannya begitu mencuri perhatian lewat sederet karya yang dia hadirkan. Pernah begitu dikenal dengan lagu-lagu berlirik bahasa Inggris, solois asal Bandung ini kemudian muncul dengan sebuah lagu berbahasa Indonesia berjudul “Sederhana”. Lagu ini bisa dibilang sebuah lagu cinta yang diciptakan berdasar dari kisah nyata, yang ditulis oleh Munthe dan dibantu kawannya, Rizki Agus Wibowo.

Perilisan lagu “Sederhana” menjadi satu catatan tersendiri bagi Munthe, di mana bisa dibilang hal ini menjadi kebiasaan di luar zona nyaman Munthe yang berhubungan erat dengan eksplorasi karyanya. Namun seolah ingin kembali ke zona nyamannya untuk kembali bersenandung dalam lirik berbahasa Inggris, Munthe kembali melahirkan tembang baru ke permukaan. Kali ini sebuah lagu bertajuk “A Day” didaulat menjadi single barunya.

Lebih jauh berkisah tentang single barunya, diakui oleh Munthe jika lagu yang dirilis melalui label Fidelis Record ini terinspirasi dari kejadian nyata, di mana hal ini kemudian ditulis oleh Munthe dengan bantuan Produser, Dony Manurung, yang memegang peran dalam proses produksi lagu ini.

Pada kesempatan kali ini Munthe kembali untuk menulis lirik berbahasa Inggris dan kembali mengangkat tema cinta serta bercerita mengenai rasa kagum yang tertuju kepada seseorang.

“Dengan lirik dan musik yang sederhana, saya berusaha menginterpretasikan momen sehari ketika sedang bertemu seseorang yang membuatnya jatuh cinta dan seperti menemukan jawaban yang selama ini dia cari. Lagu ini seolah bercerita mengenai kisah menyenangkan yang patut dirayakan keberadaannya,” ujar penyanyi berusia 32 tahun ini.

Teknik rekaman pun dibuat lebih minimalis dengan hanya menggunakan satu synthesizer, bass, dan tanpa ada beat drum untuk mengejar “kesederhanaan” dalam karya.

“Eksplorasi dalam suara synthesizer, piano dan strings orchestra di lagu ini menjadi instrumen yang dominan dalam aransemen bernuansa dreamy seakan sedang menemukan jawaban yang selama ini dia cari. Sekaligus menjawab tantangan produser untuk mengemas lagu berbahasa Inggris kembali namun dengan kemasan musik yang simpel tanpa adanya beat drum, secara musikalitas ini juga merupakan pencapaian baru dalam proses produksinya,” jelas Munthe.

Penggambaran proses menemukan jawaban yang selama ini dicari, mampu mengambil hati pengagumnya dalam artwork “A Day” yang dieksekusi oleh Yuzhar Yahya Ramadan, seorang ilustrator asal Solo.

Sebagai tambahan informasi, nantinya lagu ini juga akan disajikan dalam format visual berupa video klip pada bulan November 2022 mendatang dan akan menjadi bagian dari album kedua Munthe. Namun, sebelum menikmati suguhan lagu baru Munthe dalam format visual, simak terlebih dahulu lagu tersebut dalam format audionya di bawah ini.

BACA JUGA - Titik Krusial Percintaan Sugih Sumawilaga Tertuang Dalam "Si Paling Benar"

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner