Keresahan Aksha Dirangkum Lewat “Cerita Kita”
Setelah merilis single perdana mereka berjudul "Hurts" yang bernuansa dream pop pada tahun 2018 silam dan disusul "Expectation" dengan sentuhan jazz, sensibilitas R’n’B dengan cakupan a la neo-soul pada pertengahan 2019, grup alternative pop Kota Bandung, Aksha yang namanya berasal dari Bahasa Sanskerta serta memiliki arti ‘mata jiwa ini merilis single ketiga berjudul "Cerita Kita". Berbeda dengan dua single sebelumnya yang memakai Bahasa Inggris, pada single "Cerita Kita", Aksha seakan memperluas lagi ranah baru dalam meramu departemen lirik, dan kali ini dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

Aksha memang sudah cukup aktif mengarungi berbagai panggung di sekitaran Bandung. Eksplorasi komposisi serta aransemen musik Aksha kian bertambah. Meski kini berformasi trio, swirling gitar oleh Indinagoro Satriajati mengena di telinga. Harmoni yang terjalin bersahutan dengan lantunan merdu Retira Juliane. Sebagai pelengkap, Muhamad Julian Permana mengemban tugasnya dengan baik. Ia begitu padu kala menyentuh tuts demi tuts keyboard yang menghasilkan suara-suara ajaib, sembari menciptakan bebunyian khas dari balik piranti synthesizer miliknya. Bagi yang menyukai musik-musik ramah telinga dan mudah didengarkan, Aksha dengan tiga single-nya dapat menjadi perkenalan perdana dari grup yang bernaung di bawah payung manajemen Ellion Indonesia ini.
Aksha merilis "Cerita Kita" pada tanggal 31 Januari 2020 di semua layanan digital streaming melalui Benua Music. Melalui siaran pers, mereka sedikit menyibak tentang kisah di balik single "Cerita Kita": “Lagu 'Cerita Kita' ditujukan untuk orang-orang yang berada pada titik terendah dalam kehidupan baik percintaan, keluarga, karir dan hal lainnya. Karena tiap orang punya cerita masing-masing,” ungkap personil Aksha.
Dengan dirilisnya "Cerita Kita", Aksha tidak menginginkannya menjadi sebuah akhir. Tidak lantas berpuas diri hanya bermodalkan single saja, Aksha ingin menjadikannya sebuah perjalanan baru. Titik transit penjelajahan yang baru sebagian kecil saja dijajaki, melewati ruang dan waktu, mengenal riuh rendah tepuk tangan apresiasi, dinikmati khalayak pendengar, direkam banyaknya pasang mata, ditempa pasang surut puja-puji hingga caci maki sampai akhirnya tiba masa, album penuh di pelupuk mata.
Comments (0)