Kisah Penantian 40 Tahun Pak Gombloh Dituangkan VOW, 1990 di Lagu “Fourty Years”
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers VOW, 1990
Lagu “Fourty Years” terinspirasi fenomena pria asal Malang bernama Pak Arifin/Gombloh, yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan jagat maya karena menantikan sang kekasih dengan setia di Jl. Jendral Basuki Rahmat
Perihal cinta agaknya hal tersebut menjadi tema yang akan selalu ada dalam sebuah lagu. Dari mulai jatuh hati, patah hati, ditinggalkan, meninggalkan, hingga drama penantian seorang terkasih. Menggaris bawahi tentang tema penantian seorang terkasih, hal itu kemudian menjadi sesuatu yang menarik Calvin Abraham (vokal), Abizar (gitar, vokal), Ano (bass), dan Kellin (drum). Pasalnya ke empat personil band VOW, 1990 menginterpretasikan soal penantian seorang terkasih tersebut ke dalam sebuah lagu berjudul “Fourty Years”.
Secara lebih rinci mereka mengungkapkan jika lagu yang didaulat sebagai debut single mereka ini mengetengahkan kisah tentang penantian seorang pria terhadap kekasihnya selama 40 tahun. Ditilik lebih jauh, kisah ini tentu saja bukan merupakan pengalaman pribadi para personel, melainkan terinspirasi fenomena seorang pria asal Malang bernama Pak Arifin/Gombloh, yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan jagat maya karena menantikan sang kekasih dengan setia di Jl. Jendral Basuki Rahmat. Kisah dari Pak Arifin ini juga tidak ketinggalan diulas mendalam oleh Aan Mansyur, Mojok & Aji Prasetyo (@aji_komik).
Interpretasi VOW, 1990 tentangnya dituangkan dalam “Fourty Years” yang telah dirilis terlebih dahulu secara eksklusif di The Store Front di tanggal 13 Maret 2022, sebuah platform digital dari kolektif musik Noisewhore yang mendistribusikan 90% keuntungannya untuk musisi. Melalui platform tersebut, VOW, 1990 mendapatkan respon yang cukup baik, di mana lagu “Fourty Years” menempati urutan ke-2 dengan penjualan tertinggi edisi bulan Februari-Maret 2022.
Band yang namanya terinspirasi oleh budaya literasi tersebut menambahkan pula jika lagu dengan lirik ‘dalam’ tersebut dikuatkan dengan balutan musik indie rock/emo, post punk, shoegaze, alternative, spoken words hingga sentuhan pop halus, yang diakui mereka sebagai genre-genre musik yang mempengaruhi VOW, 1990. Alhasil, seperti bisa didengar dalam “Fourty Years”, berbagai lapisan gitar, synth, hingga gebukan drum yang ritmis nan menghipnotis mengiringi lagu tersebut dengan apik.
“Tentu kami sangat senang! Kami merasa bersemangat untuk menyiapkan materi untuk lagu ke dua. Jika ditanya merasa terbebani atau tidak, kami tidak akan menaruh ekspektasi lebih di lagu ke dua, bahkan, kami rasa lagu pertama ini masih memiliki “kekurangan” yang akan bisa dieksplor lagi di lagu ke dua nanti,” ungkap Calvin, sang vokalis.
Sebagai tambahan informasi, VOW, 1990 juga berencana untuk melakukan live performance di Mojokerto, Surabaya dan sekitarnya demi mengenalkan single ini. Kuartet tersebut masih memiliki berbagai harapan dan aksi yang patut kita nantikan ke depannya. Sembari menunggu mereka mengunjungi kota kalian, simak terlebih dahulu single “Fourty Years” melalui tautan di bawah ini.
Comments (0)