Laughter Therapy Membawa Tiga Zodiak Untuk Mewakili Karakter Perasaan

Laughter Therapy Membawa Tiga Zodiak Untuk Mewakili Karakter Perasaan

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Laughter Therapy

Mini album ‘Pie in the Sky’ dari Laughter Therapy membawa kisah untuk menyampaikan impian berbahagia dengan pasangannya tanpa kecemasan apapun

Dengan mengusung gaya musik dream pop, band yang berasal dari Surabaya, Laughter Therapy ini memulai perjalanan bermusiknya pada tahun 2020 lalu. Band ini membawakan lagu dengan nuansa ambient serta lirik bertema kehidupan urban yang dikemas secara melankolis. Band ini banyak terinspirasi oleh Roxette, The Cranberries, The Beatles, dan musik-musik indie pop Amerika. Dengan referensi tersebut Laughter Therapy kemudian menghadirkan dream pop dengan warna yang berbeda melalui pengusungan beat yang tidak terlalu cepat (bahkan cenderung lambat) yang bertujuan untuk menghadirkan feel sendu serta psikedelik.

Laughter Therapy dibentuk oleh Io, sang vokalis bersama ketiga temannya, Diles sebagai gitaris, Pras sebagai pemain bas, dan Yusniar sebagai komposer, serta pemegang alat musik tambahan lainnya. Mereka merilis single debut pada 1 September 2021 dan langsung menggebrak banyak panggung di beberapa event di Surabaya, untuk lebih memperkenalkan jenis musik yang tergolong baru pada audience secara lebih luas lagi.

Selang satu tahun pasca perilisan debut singlenya, tahun ini mereka merilis mini album berjudul Pie in the Sky. Digagas oleh Yus sebagai composer, Io sebagai songwriter, dan Diles turut pula menambahkan elemen-elemen yang dibutuhkan dalam penggarapan EP ini. Dalam kumpulan lagu tersebut, mereka mengemas beberapa kisah yang menggambarkan tentang angan-angan yang dimiliki oleh beberapa orang yang diwakilkan oleh tiga zodiak yang ada di Extended Play Pie in The Sky tersebut.

Ada tiga Zodiac yang dibahas di mini album Pie in The Sky ini antara lain:

“Capricorn”. Dalam lagu ini dikisahkan tentang seseorang yang bersifat naif yang meyakinkan kekasihnya untuk berjuang meskipun rintangan di depan begitu banyak, ia yakin dapat menghadapinya bersama-sama. Lalu dilanjutkan yang selalu merasa mengalah pada pasangannya yang ia anggap selalu ingin menang sendiri.

“Pisces”. Lagu yang menceritakan tentang seseorang yang selalu mengalah kepada pasangannnya, mengharapkan pengertian sang kekasih untuk memahami seperti ia memahami kekasihnya tersebut. Menganggap kekasihnya tidak peka dan cenderung memposisikan Pisces dalam keadaan yang mengharuskannya merasa bersalah.

“Scorpio”. Mengisahkan seseorang yang misterius. Scorpio paham bahwa pasangannya masih belum mengerti dia sepenuhnya namun ia ingin pasangannya untuk berusaha memahami yang ia maksud.

Ada pula lagu berjudul “Why Can’t You Be Serious” yang menunjukkan sebuah ironi terhadap hubungan menjemukan, ketika satu pihak merasa usahanya untuk mencintai dianggap hanya sebuah candaan semata. Hal yang ia rasakan karena kepenatan terhadap kesibukan dan tekanan yang menjadikan perubahan sikap mesra menjadi sebuah petaka.

Lagu “Pie in the Sky” menjadi sebuah penutup dalam Extended Play yang berjudul sama, mengisahkan rangkuman dari lagu-lagu sebelumnya yang mendambakan sebuah angan-angan.

Kesan sakral terasa dengan dihadirkannya instrumen klasik yang diperkuat dengan lirik yang menjadi pondasi untuk menyampaikan impian berbahagia dengan pasangannya tanpa kecemasan apapun. Simak salah satu lagu jagoan yang terdapat pada mini album milik Laughter Therapy berjudul “Pie in the Sky”

BACA JUGA - “Inklusi” dan Penggambaran Bertahan Hidup Menurut Erya

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner