Lawan Rutinitas yang Monoton, Still Broken Rilis Debut EP ‘The Law of Nature’
Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Still Broken
Setiap lagu memiliki latar belakang yang unik dengan sorotan utama pada lima individu yang berjuang melawan rutinitas monoton dan tidak tertarik untuk terlalu mengikuti norma yang berlaku di masyarakat
Semangat musik bawah tanah hingga saat ini masih terus membara, di mana geliatnya selalu mencuat lewat movement, gigs, dan tentunya rilisan-rilisan karya terbaru dari setiap pelakunya. Kali ini geliat itu muncul dari Still Broken, gerombolan bahadur HC dari Kota Malang. Band yang berdiri dari tahun 2009 ini berulang kali mengalami perombakan pasukan inti dan bahkan sempat hiatus. Namun akhirnya band ini memantapkan formasi pada tahun 2020. Kini Still Broken digawangi oleh Erwin pada Bass, Jordan pada Vocal, Fariz pada Gitar, Dimas pada Gitar, serta Danu pada Drum. Terpengaruh oleh band band seperti Snapcase, Mizery, & Turnstile, mereka mengusung ramuan gaya bermusik Hardcore mereka sendiri dengan sentuhan riff gitar funky-groovy seperti Red Hot Chilli Peppers, dan karakter vokal yang energik dengan karakter rapid-fury seperti Beastie Boys dan Rage Against The Machine.
Tak butuh waktu lama bagi Still Broken untuk merilis EP perdananya setelah merilis “Are You Still Broken?” beberapa tahun yang lalu, dan “Double Standard” pada tahun 2023. Di tahun yang sama, Still Broken mengakselerasi progress mereka dalam berkesenian dengan merilis EP debut The Law of Nature yang terdiri dari lima trek yang terinspirasi dari nama-nama besar di tahun 90an seperti Rage Against The Machine, Beastie Boys dan bahkan Red Hot Chili Peppers.
Setiap lagu memiliki latar belakang yang unik dengan sorotan utama pada lima individu yang berjuang melawan rutinitas monoton dan tidak tertarik untuk terlalu mengikuti norma yang berlaku di masyarakat. Menolak untuk dikendalikan oleh sistem, dan tetap berpegang pada cara mereka sendiri untuk bersenang-senang adalah panduan mereka dalam menulis sebagian besar lirik mereka.
Lagu seperti "Bye", "Threat-mill", dan "Double Standard" semuanya memiliki energi yang sama dengan instrumen berat yang bertempo cepat dan vokal yang agresif. Sementara itu, mereka memiliki lagu seperti "10/10" dan "Judiciary", yang lebih cenderung kurang agresif dan menawarkan suasana yang lebih santai dan berirama dengan nuansa alternatif.
The Law of Nature sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital kesayangan pembaca, atau dapat melalui tautan di bawah ini.
Comments (0)