Lebarkan Sayap Musikalitas, The Krankers akhirnya Rilis Album Perdana
Setelah memperkenalkan diri lewat single “Click the Link” dan “Setan” di tahun 2023, The Krankers, unit rock baru asal Indonesia, resmi merilis album debut bertajuk “Hey”. Formasi solid band ini baru terbentuk awal 2024 dengan personel Arya Novanda, Febriansyah Nur, Noor Kamil, dan Pamungkas Jr., yang kemudian melanjutkan gebrakan mereka lewat rilisan lanjutan “Here I Am” dan “Oh Dear”.
Tanpa menunggu terlalu lama, “Hey” hadir sebagai album penuh yang merangkum seluruh rilisan mereka sejauh ini, sekaligus memperkenalkan materi-materi baru dengan semangat yang sama: keras, jujur, dan membara.
Dari Internet yang Bising hingga Amarah yang Terpendam
Track utama yang juga menjadi judul album, “Hey”, menangkap keresahan terhadap fenomena sosial media. Lagu ini menyoroti kebiasaan pengguna internet yang gemar melontarkan komentar sembrono tanpa pikir panjang—hal yang kerap menimbulkan konflik, bahkan bagi mereka yang tidak berkaitan.
Selain itu, album ini juga mengeksplorasi berbagai tema, dari pencarian jati diri hingga rasa cukup dalam hidup, lewat nomor-nomor seperti “The Only One”, “Bulan”, “Good Enough”, “Lost”, hingga “Overthinking”. Total ada 10 lagu dalam album yang dikerjakan dengan sentuhan istimewa dari sejumlah musisi dan teknisi musik tanah air.
Nama-nama seperti Endah Widiastuti (Endah N Rhesa), Mentari Novel, dan Andika Deva turut memberi warna pada vokal latar di beberapa lagu. Proses mixing digarap oleh Rendi Kopay, sementara Rhesa Aditya menangani mastering untuk keseluruhan album.
Live Recording, Jiwa Rock yang Autentik
Menariknya, proses rekaman dilakukan dengan cara yang semakin langka: live recording tanpa metronom. Sesi dilakukan dalam dua tahap pada Januari dan Februari 2024. Bahkan, sekitar 20% vokal direkam secara langsung dan serentak saat sesi live di studio Earspace, milik Endah N Rhesa.
“Kami pengin tetap mempertahankan wangi root-nya, tetap old school, tapi juga modern. Istilahnya: modern vintage,” ujar Arya Novanda.
Noor Kamil, yang memegang porsi besar dalam penulisan lagu, menekankan pentingnya energi spontan dan emosional dalam proses rekaman ini.
Dari Cita-Cita yang Lama Terkubur, Muncul Dentuman Rock
Asal muasal The Krankers dimulai dari proyek kolaborasi antara Kamil dan Arya, yang sama-sama memiliki ketertarikan pada musik alternatif dan rock era ’90-an. Kamil sempat mengungkap bahwa membentuk band rock adalah impian lama yang terpendam, setelah bertahun-tahun bekerja di industri musik sebagai “budak label”.
Kehadiran Pamungkas Jr. sebagai drummer pun membawa dinamika baru, terlebih ketika ia menawarkan diri secara langsung untuk bergabung.
“Gue kira nggak mungkin ngajak Pam, eh ternyata dia sendiri yang bilang, ‘Mas, tulis aja gue sebagai drummer-nya’,” kenang Kamil.
Kisah di balik nama The Krankers pun cukup unik. Nama itu terinspirasi dari insiden teknis ketika Febri meng-crank bass-nya dan menyebabkan amplifier meledak—momen yang langsung melekat sebagai identitas band.
Daya Ledak dan Vibes yang Kuat
Artwork sampul album dikerjakan oleh Jodi Bakri, yang dinilai mampu menangkap suasana dan esensi keseluruhan materi lagu di dalamnya: eksplosif, raw, dan tetap emosional.
Kini, album debut The Krankers “Hey” sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital. Dengan semangat rock yang tak teredam, energi vintage yang dipoles ulang, dan kisah personal dari tiap personelnya, The Krankers membuka lembaran baru yang patut diperhitungkan di peta musik Indonesia hari ini.
Comments (0)