Lewat ‘Lima Dimensi’ Binerica Bicara Tentang Penjelajah Lintas Bintang

Lewat ‘Lima Dimensi’ Binerica Bicara Tentang Penjelajah Lintas Bintang

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Binerica

Band synthwave iconic, Binerica hadir untuk penikmat musik dalam negeri menyuguhkan tema lirik sci-fi dan kontemplasi yang berhubungan dengan astronomi

Binerica adalah band yang dibentuk oleh Fadhli, seorang penggila musik dan gitaris mahir yang memutuskan mempelajari produksi rumahan semenjak pandemi dimulai. Dengan semua nyala kreasinya Binerica kemudian album penuh pertamanya yang berjudul Lima Dimensi. Album ini terdiri dari 10 lagu dengan komposisi 2 lagu instrumental dan 8 lagu yang disertai lirik.

Album pertama Binerica ini mengusung tema sci-fi dan kontemplasi yang berhubungan dengan astronomi. Sedangkan untuk musik dan komposisi, Binerica mengusung genre synthwave, di mana penggunaan synthesizer sangat mendominasi sisi musikalitas album ini. Album ini sendiri sepenuhnya diproduseri oleh Fadhli, pendiri dan satu-satunya personil Binerica. Selain memproduksi sebagian besar komposisi di album ini, Fadhli juga bertanggung jawab untuk urusan mixing dan mastering.

Menurut rilisan pers yang DCDC terima, album Lima Dimensi ini adalah pengembaraan dari seorang penjelajah lintas-bintang di waktu yang tidak disebutkan. Penyusunan lagu-lagu di album ini dibuat seperti sebuah perjalanan, dimulai dari keberangkatan, beberapa rentetan kejadian, kepulangan, hingga closure. Hal tersebut tergambar dari beberapa judul lagu seperti “Lepas Landas”, “Mendarat”, hingga “Simulasi Kecil Kecilan” yang menjadi lagu penutup.

Terdapat empat lagu Binerica yang sebelumnya sudah pernah dirilis sebagai single turut masuk dalam album Lima Dimensi ini, tetapi dalam format baru dengan peningkatan kualitas produksi dan audio editing. Lagu-lagu tersebut adalah “Lima Dimensi”, “Apakah Kita Sendirian”, “Manusia & Mesin”, dan “Simulasi Kecil Kecilan”.

Di album ini Binerica juga berkolaborasi dengan beberapa musisi, yaitu Ananda Thesvara (bass pada lagu “Lima Dimensi”), Pewee in the Garage (strings pada lagu “Manusia & Mesin”), dan Virdania (lead vocal pada lagu “Apakah Kita Sendirian”). Drummer Ho Usman Pranoto juga mengisi drum pada lagu “Seribu Matahari” dan “Debu Bintang”, sedangkan Dias Widjajanto ‘Tradeto’ mengisi perkusi pada lagu “Redup”. Beberapa teman sejawat Fadhli lainnya juga bertindak sebagai paduan suara di lagu “Debu Bintang”. Mereka adalah Rika Putrianjani, Vania Firdani, Johannes Natanael Sianturi, Adyasa Devindra, Kevin Arffandy, dan Chika Bagaskara. Kehadiran musisi dan para produser handal ini diharapkan bisa memperkaya musikalitas dan keragaman di album ini.

Selain berkolaborasi dengan musisi, Binerica juga melakukan kolaborasi dengan seniman terkemuka Radhinal Indra, dimana Radhinal memuat karya visual interpretasi dari tiap lagu dan nantinya akan dirilis menjadi karya audio-visual sebagai NFT. Tak hanya Radhinal, satu album ini juga akan melibatkan banyak NFT artis lainnya yang tentu akan membuat projek ini menjadi semakin menarik, sesuai dengan semangat kebersamaan yang Fadhli temukan di komunitas web 3.0.

Album Lima Dimensi juga akan dirilis dalam format NFT di ekosistem Tezos. Hingga saat ini format rilisan Lima Dimensi sebagai NFT masih dalam progres, di mana lagu-lagunya akan diluncurkan dalam beberapa tahap.

Kehadiran album Lima Dimensi ini diharapkan bisa memberikan ‘penyegaran’ dan menambah keragaman skena musik indie di indonesia, terutama dari tema lirik sci-fi dan kontemplasi astronomi. Selain itu, Fadhli juga berharap Binerica jadi salah satu band synthwave iconic yang hadir untuk penikmat musik di Indonesia.

BACA JUGA - Band Virtual, Timur : Rooster Terbaru Double Deer

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner