Lika-Liku Kehidupan Pria di Masa Pertumbuhan dan Masa Dewasanya, Mengisi Album Perdana Fertikal Bertajuk ‘Gama’
Sumber foto : Diambil dari siaran pers Fertikal
Nama ‘Gama’ yang didaulat menjadi title album ini, karena dianggap mempunyai makna luhur yang berasal dari bahasa sansekerta
Di kancah musik independen, nyatanya selalu menjadi magnet bagi banyak kalangan pecinta musik. Tak hanya geliat para musisinya yang semakin rajin untuk tampil di atas pentas, gairah musik para musisi di luar arus utama ini semakin terpancar dengan ragam kreasi musik yang menjadi sajian utama mereka. Lebih dari itu, kreasi musik yang mereka keluarkan pun semakin berani diekspresikan yang menjadi suguhan menarik dengan kualitas yang tak main-main.
Suasana yang semakin bergeliat ini memicu banyak sekali musisi lokal untuk keluar saling memamerkan karya mereka masing-masing ke permukaan, yang menjadi pilihan bagi para penggemar musik saat ini. Begitu pula dengan kemunculan salah satu band asal kota Malang, Fertikal yang baru saja terbentuk sejak November tahun lalu. Dalam berkarya, Fertikal cukup produktif spontan dengan merilis satu buah single sebagai pembuka dan saat ini mereka kembali dengan album penuh perdananya bertajuk Gama.
Dharma Yudha (vocal), Rama Satria (gitar), Benny K. Wijaya (bass) merupakan trio dengan formasi tanpa seorang drummer. Ketiganya memiliki kesamaan latar belakang di bidang audio, sehingga memiliki modal utama untuk merekam materi lagu-lagu Fertikal. Demikian halnya untuk seluruh penggarapan album Gama, yang dilakukan secara mandiri di studio milik Rama yaitu Rama Project Studio di mana Yudha dan Benny juga merupakan patner bekerja di studio tersebut.
“Gama direkam di Rama Project Studio milik Rama, dan Benny jadi operator rekaman untuk album ini. hampir semua elemen di album ini dikerjakan oleh kami bertiga saja,” Pungkas Rama yang menyinggung sedikit proses produksi album Gama.
Musikalitas ketiga punggawa ini terbentuk atas banyak influence band-band dari berbagai aliran musik seperti, Foo Fighters, Incubus, Avenged Sevenfold, Mew, The Sigit, Dewa19, Deep Purple, sampai band jepang seperti Galileo Galilei dan Sakanamon. Untuk Fertikal sendiri saat ini mereka mengusung aliran musik alternatif rock dan power pop, Fertikal menawarkan warna musik dengan aransemen rock alternatif melalui nada-nada yang pop dengan balutan lirik bahasa Indonesia bercampur dialek ringan sehari-hari sehingga tidak terlampau rumit untuk dicerna.
Berbicara perihal album perdana mereka setelah sebelumnya merilis single “Tentang Perjalanan” pada 17 Maret 2023 sebagai pembuka, album Gama merupakan debut bagi Fertikal yang dimaknai sebagai sebuah perjalanan baru. Nama ‘Gama’ yang didaulat menjadi title album ini, karena dianggap mempunyai makna luhur yang berasal dari bahasa sansekerta. Bisa dibilang album Gama yang dirangkum oleh 10 trek didalamnya, berkisah tentang lika-liku kehidupan laki-laki di masa pertumbuhan serta masa dewasanya.
“Gama berarti perjalanan untuk anak laki-laki dalam bahasa Sanskerta. Lebih luas, bahwa kami bertiga adalah kawanan pria yang pernah tumbuh sebagai anak laki-laki dan masih bertumbuh hingga sekarang dengan cerita kehidupan masing-masing yang membawa kami untuk bertekad berkarya melalui musik yang kami kenal sejak dini.” ujar Yudha.
Lebih jauh lagi mengenai album ini, Fertikal juga memperkaya muatan materi album Gama dengan mengeksplorasi penggunaan diksi melalui kata-kata yang tidak baku seperti kata dalam bahasa jawa dan akronim. Salah satunya di lagu berjudul “Sungkan” yang jelas menekankan budaya ‘segan’ dalam masyarakat Jawa, mereka ingin mengungkapkan bahwa dalam budaya Jawa ada sebuah kebiasaan yang namanya ‘sungkan’ atau ‘malu - malu’. Kemudian di lagu berjudul “RaDA”, yang merupakan singkatan “Ragu Dalam Angan”. Dalam lagu ini Fertikal mengeksplorasi budaya memendam perasaan kepada love interest yang sering terjadi pada kaum pria. Atau lebih tepatnya, lagu ini bercerita tentang ketidakberanian pria mengungkapkan cinta kepada wanita yang dikaguminya.
“Untuk lagu Sungkan, kami ingin mengenalkan kosakata jawa dalam keseharian yang artinya tidak enakan, dan memang cerita lagu itu menceritakan tentang seorang kawan yg gak tau diri selalu merepotkan kita. Tapi karena dah bestie kitanya Sungkan alias gak enakan untuk nolak,” imbuh Yudha.
Melalui album Gama, akan membawa Fertikal memasuki babak baru perjalanan musikal mereka selanjutnya. Dalam waktu dekat, mereka telah merencanakan untuk menggarap video klip dari lagu “Jam Gila”, dan saat ini Fertikal sendiri telah mengantongi satu buah video klip dari lagu “Garis Kuasa” yang mana 100% pengerjaannya menggunakan teknologi AI. Selanjutnya, Fertikal juga telah mencanangkan sebuah showcase berskala kecil yang akan digelar bersama teman band lainnya.
Fertikal sendiri saat ini belum merencanakan sebuah tur untuk album perdana Gama. Setelah video klip “Jam Gila” rilis, mereka akan disibukkan untuk menggarap proyek musik selanjutnya yaitu berupa album ataupun EP yang dijadwalkan akan dilepas pada 30 Desember 2023 ini. Mungkin setelahnya mereka akan memulai tur sebagai wujud perjalanan dari album Gama. Dengarkan album perdana dari Fertikal Bertajuk Gama, yang telah rilis sejak 30 Juni 2023 dalam format digital di berbagai layanan streaming musik pada umumnya.
Comments (0)