Lomba Sihir Panjangkan Waktu di Single "Menit Tambahan"
Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Lomba Sihir
Setelah tiga tahun berlalu sejak album debut mereka yang penuh pujian, Selamat Datang di Ujung Dunia (2021), Lomba Sihir kini kembali membuka lembaran baru dalam perjalanan musiknya. Unit alternative-pop yang beranggotakan Baskara Putra, Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, dan Tristan Juliano ini resmi merilis single terbaru berjudul “Menit Tambahan”, yang menjadi pembuka dari era album kedua mereka. Lagu ini dirilis di bawah naungan Sun Eater pada 28 Juni 2024 dan kini telah tersedia di berbagai layanan streaming digital.
Sebagai lead single, “Menit Tambahan” bukan hanya perkenalan terhadap warna baru dalam diskografi Lomba Sihir, tapi juga sebuah pernyataan arah—lebih berani, lebih keras, dan lebih mentah. Dengan durasi 4 menit 6 detik, lagu ini menampilkan Natasha Udu sebagai vokalis utama dan membawa nuansa sonik yang lebih cadas, sebuah perubahan yang terasa dari estetika musik sebelumnya yang lebih lembut dan playful.
Liriknya sendiri menyerupai himne untuk siapa saja yang merasa sedang berada di fase ‘ronde kedua’ dalam hidup—fase di mana waktu terasa makin terbatas dan pilihan hidup semakin kompleks:
"Bersilang suara di kepala / Tentang waktu yang tersisa / Berapa menit tambahan yang kau miliki / Sebelum peluit panjang, jangan berhenti."
Dalam pernyataan resmi, Lomba Sihir menjelaskan bahwa “Menit Tambahan” lahir dari refleksi bersama mengenai waktu dan apa yang terjadi setelah pandemi. “Setelah diskusi panjang, kami sepakat bahwa kami masih ingin melanjutkan perjalanan ini. Tapi kami juga sadar bahwa waktu—baik itu umur, tekanan sosial, atau kecemasan kolektif—telah menjadi pusat dari segala keputusan,” ujar mereka.
Lagu ini juga menjadi cerminan perubahan sudut pandang pasca-pandemi, yang tak hanya memengaruhi industri musik tetapi juga kesehatan mental dan cara berpikir. Bagi Lomba Sihir, masa kini adalah bentuk second chance—sebuah peluang untuk membangun ulang, meski ada rasa gentar bahwa ‘ronde kedua’ ini mungkin jauh lebih berat.
Secara musikal, “Menit Tambahan” merepresentasikan arah baru yang lebih raw dan manusiawi. Lomba Sihir menyebut bahwa dalam proses produksi, mereka lebih mengandalkan instrumen nyata dan pendekatan konvensional ketimbang berlama-lama di depan komputer atau synthesizer. Tujuannya? Menyampaikan emosi secara lebih jujur dan spontan, tanpa menghilangkan kompleksitas yang telah menjadi ciri khas mereka sejak album pertama.
Peluncuran “Menit Tambahan” juga dibarengi dengan pengumuman showcase bertajuk “2 Jam Bersama Lomba Sihir”, yang akan digelar pada 24 dan 25 Juli 2024 di Creative Culture Space, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sebuah panggung awal untuk era baru yang lebih personal, reflektif, dan emosional.
Dan bagaimana dengan ciri khas humor sarkastik mereka? Lomba Sihir menjawab: “Humor sarkastik kami tetap ada. Tapi kali ini, bukan Jakarta yang kami sindir—mungkin diri kami sendiri.” Mereka menegaskan bahwa album kedua nanti akan lebih berfokus pada introspeksi dibanding kritik eksternal. Jika kata kunci album pertama adalah ‘dunia’, maka untuk album kedua ini, ‘refleksi’ dan ‘waktu’ menjadi inti narasinya.
“Menit Tambahan” adalah awal dari sesuatu yang lebih besar. Sebuah alarm lembut namun tegas—mengajak kita berhenti sejenak, merenung, dan bertanya: berapa menit tambahan yang masih kita miliki?
Comments (0)