Majelis Lidah Berduri Rilis Single “Serampang” dari Album ‘Hujan Orang Mati’ dan Umumkan Konser Spesial Mereka di ARTJOG 2023
Sumber foto : Diambil dari siaran pers Majelis Lidah Berduri
Kritik dan modernitas masih menjadi benang merah di katalog musik Melbi sebelumnya, namun sesuatu yang tengah dipersiapkan dengan tema besar telah mereka sinyalkan melalui akhir bagian lagu ini
Majelis Lidah Berduri merupakan salah satu kelompok yang diisi oleh 13 musisi yang sempat eksistensinya nyaris menjadi mitos sebagai grup kawakan, bernama Melancholic Bitch. Dan di tahun ini Majelis Lidah Berduri selanjutnya disingkat Melbi, sukses melepas satu buah nomor yang bertajuk “Pulang” pada bulan April lalu. Melbi kembali hadir untuk menambah koleksi di etalase musik mereka dengan memamerkan satu buah karya teranyar yang diambil dari album Hujan Orang Mati, bertajuk “Serampang”.
Single yang diambil dari album mereka ini didaulat untuk mulai diperkenalkan sebagai penanda sekaligus gambaran tematik musik Melbi terkini. Selain itu, selaras dengan judul yang tertera di lagu ini yaitu “Serampang”, lagu ini sangatlah dirasa tepat mengingat karakter bermusik mereka yang banyak bereksplorasi dengan ragam genre musik dan memainkannya dengan cara mereka sebagai ciri khasnya. Bagi Melibi, ini merupakan suatu keserampangan yang dilakukan dengan teguh dan berani.
Secara musikal, track yang berdurasi tiga setengah menit ini memang diisi dengan begitu banyak kejutan. Dari mulai hook baseline dan lick gitar yang berkelok menghiasi sepanjang lagu, berdampingan dengan suara tiupan terompet yang serasi di beberapa bagian, lalu berdialog dengan ruang yang disiapkan bagian rhythm dengan matang secara maksimal, belum lagi keindahan bebunyian unik dari instrumen lain yang melengkapi kompleksitasnya.
Konteks keserampangan sebagai narasi yang ditebalkan merasuki bagian-bagian lirik, salah satunya di bagian awal yang berbicara seperti sedang menunjuk pada keserampangan personal yang abstrak, tentang seseorang (atau sekelompok) yang menjalani laku hidup secara serampang, sebelum mendapatkan konteksnya di bagian akhir lagu. Kritik dan modernitas masih menjadi benang merah di katalog musik Melbi sebelumnya, namun sesuatu yang tengah dipersiapkan dengan tema besar telah mereka sinyalkan melalui akhir bagian lagu ini.
Format audio lagu “Serampang” telah mengudara di berbagai layanan digital streaming platform service, rilisan teranyar dari Melbi ini juga dilengkapi dengan sajian visual dalam format video musik yang telah tayang pada saluran resmi mereka. Yohanes Catur Nugroho dan Gilang Kusuma W. dari Lepaskendali Labs adalah dua orang eksekutor yang menggarap video musik “Serampang”. Melbi mengingatkan tentang karya visual ini, penting untuk diamati secara lebih cermat, juga berlaku seperti dunia post apocalypse yang menghadirkan imaji spektakuler namun gelap sekaligus membuka pertanyaan susulan.
Tak hanya menyiarkan kabar perilisan karya teranyarnya, Melbi mengumumkan kejutan selanjutnya melalui rencana sebuah konser spesial yang dijadwalkan akan digelar di acara ARTJOG 2023 pada tanggal 14-15 Juli ini. “Hujan Orang Mati” adalah tajuk konser spesial yang Melbi gagas dan rancang untuk pertunjukkan karya musik mereka. Pertunjukkan musik ini terpilih sebagai satu dari empat pertunjukan utama gelaran Performa ARTJOG 2023, konser spesial “Hujan Orang Mati” hadir untuk ambil bagian diantara nama-nama penting dunia seni, khususnya bidang pertunjukan Indonesia seperti, Teater Garasi (seni teater) dan Sardono W. Kusumo (seni tari).
Melbi menyatakan bahwa repertoar “Hujan Orang Mati” (HOM) adalah pertunjukan yang berangkat dari ruang duka personal dan menyusun ritus duka sosial. Pertunjukan ini dibangun sebagai suatu meditasi atas dunia bersama yang tak lagi sekedar meleleh dengan kecepatan konstan, melainkan sebagai suatu upaya untuk turut membangun ruang bagi pertanyaan dan arah bersama.
Melbi tengah mempersiapkan untuk tampil dengan full-band (suatu tim musisi yang kini total berjumlah 13 orang, termasuk dua drummer dan tiga pemain trompet). Melbi benar-benar mempersiapkan konser spesial secara matang, mereka akan berkolaborasi untuk pertujukkan ini bersama seniman dan musisi lain, diantaranya Garasi Performance Institute, Frau, Duo musisi experimental Raja Kirik dan Lepaskendali Labs.
Konser “Hujan Orang Mati” dengan jajaran kolaborator yang begitu spesial ini Melbi persembahkan untuk para penggemar musik yang ingin menikmati mereka secara lebih intim dengan ragam sajian yang segar. Dipersembahkan oleh ARTJOG, segala informasi dan berita terkini serta penjualan tiket konser spesial “Hujan Orang Mati” dapat diikuti perkembangannya melalui laman sosial media resmi penyelenggara dan penampil. Sebagai pemanasan silahkan nikmati karya teranyar dari Majelis Lidah Berduri melalui tautan dibawah ini.
Comments (0)