(Masih) Parodikan Hardcore, Gendar Pecel Makin Absurd dalam "Aku Lilo"
Tak hanya parodikan musik hardcore, kuartet asal Surakarta bernama Gendar Pecel ini menyisipkan dangdut dalam "Aku Lilo". Mereka sengaja memberi nuansa dangdut agar tema sedih yang terdapat di lagu bisa berbalik menjadi bahagia dengan berjoget bersuka ria.
Para putra daerah asal Kabupaten Karanganyar, Surakarta yang membentuk kelompok musik bernama Gendar Pecel hadir kembali membawa kabar baru. Masih dengan konsep hardcore parodi, mereka merilis single berjudul "Aku Lilo". Yang menjadi pembeda dengan karya-karya sebelumnya, kuartet ini menyisipkan isian musik dangdut sehingga konsep musik yang mereka bawakan makin unik sekaligus absurd.
Dalam lirik berbahasa Jawa, Gendar Pecel menceritakan tentang curahan hati seseorang yang rela dan ikhlas ditinggalkan kekasihnya pergi dengan yang lain dalam lagu "Aku Lilo". Dengan tema yang sebenarnya mengundang rasa lara, mereka sengaja memberi nuansa musik dangdut agar pengalaman tak menyenangkan ini bisa diikhlaskan dengan musik yang ceria; melupakan kenangan bersamanya dengan berjoget bersuka ria bersama Gendar Pecel.
Lagu "Aku Lilo" dirilis dalam format visual dan merupakan bocoran untuk album ketiga mereka yang dirilis di waktu mendatang. "Aku Lilo" bisa dinikmati lewat kanal YouTube Gendar Pecel.
Comments (0)