Mastersound dan Elevation Records Merilis Ulang Album Mahakarya  Erros Djarot Badai Pasti Berlalu Dalam Format Piringan Hitam

Mastersound dan Elevation Records Merilis Ulang Album Mahakarya Erros Djarot Badai Pasti Berlalu Dalam Format Piringan Hitam

 

Jika ada satu album yang nyaris disepakati sebagai tonggak emas musik pop Indonesia, maka Badai Pasti Berlalu adalah jawabannya. Dirilis pertama kali pada tahun 1977 sebagai soundtrack film arahan Teguh Karya, album ini telah menjelma menjadi karya klasik yang melampaui zaman—abadi dalam megahnya komposisi, kuat dalam pesan, dan kaya dalam produksi artistik.

Di balik keagungan album ini berdiri sosok Erros Djarot, sang “Renaissance Man” Indonesia—musisi, budayawan, dan sutradara—yang berhasil menyulam rangkaian lagu dengan nuansa pop progresif yang tak hanya mengalun indah, tapi juga menyentuh kedalaman jiwa. Kolaborasi penting pun turut memperkuat pondasi artistiknya: Chrisye dengan vokal lembut dan penuh penghayatan, Berlian Hutauruk yang menyumbang elemen operatik yang menyayat, hingga Yockie Suryoprayogo, yang meniupkan ruh simfoni lewat permainan keyboard-nya yang khas.

Lagu-lagu seperti “Cintaku”, “Semusim”, “Angin Malam”, “Khayalku”, hingga nomor ikonik “Badai Pasti Berlalu” telah menjadi bagian dari memori kolektif bangsa. Menariknya, ketika pertama kali dirilis, album ini sempat diragukan akan berhasil. Namun waktu membuktikan sebaliknya: Badai Pasti Berlalu tumbuh menjadi salah satu album terlaris, dengan edisi kasetnya terus diproduksi hingga awal 1990-an.

Tak heran jika kemudian Rolling Stone Indonesia pada edisi Desember 2007 menobatkannya sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa, melampaui mahakarya lain seperti Guruh Gypsy dan Kantata Takwa. Album ini bahkan sempat direkam ulang oleh Erwin Gutawa di pertengahan 90-an, namun versi aslinya tetap dianggap tak tergantikan.

Karena statusnya yang begitu ikonik, rilisan fisik Badai Pasti Berlalu telah lama diburu oleh kolektor dan penggemar musik. Di sejumlah marketplace, piringan hitam versi orisinalnya dari dekade 1970-an dibanderol hingga puluhan juta rupiah, menjadikannya barang langka yang hanya dimiliki segelintir orang.

Menjawab kerinduan itu, dua label independen asal Jakarta, Mastersound dan Elevation Records, akhirnya menghadirkan kembali Badai Pasti Berlalu dalam format vinyl resmi pertama sejak 47 tahun lalu. Dirilis dalam edisi terbatas, piringan hitam ini hadir dalam dua varian: varian hitam standar seharga Rp495.000 dan varian hijau eksklusif seharga Rp595.000.

Pra-pemesanan untuk rilisan ini akan dibuka pada Minggu, 4 Agustus 2024, melalui toko rilisan fisik PHR Senayan dan Bintaro. Bagi penggemar musik sejati, ini adalah kesempatan langka untuk memiliki salah satu karya terbaik bangsa dalam kualitas audio yang optimal dan kolektibel.

Untuk informasi terbaru mengenai rilisan ini, pantau terus akun Instagram @mastersound.id.

Kini, Badai Pasti Berlalu tak hanya bisa dinikmati dalam bentuk kenangan atau digital streaming, tapi hadir kembali sebagai artefak nyata—sebuah mahakarya yang layak dikenang, dimiliki, dan diputar dengan penuh rasa hormat.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner