Melebarkan Sayap Musik Logam Surabaya dengan 'Ablaze The Dreadful Depth'
Daniel Natjaard menjadi tokoh di balik album baru yang dirilis di awal tahun 2018 atas nama Hordavinthra.
Jika harus ditunjuk siapa orang yang sangat konsisten dalam mengibarkan sayap musik logam, khususnya black metal di tanah Surabaya, maka orang ini adalah salah satunya. Adalah Daniel Natjaard, seorang musisi multi talenta yang sangat produktif dalam mengolah karya musik dengan berbagai nama, baik yang sifatnya solo maupun grup. Di awal tahun 2018 ini, ia kembali hadir dengan proyek solo lainnya bernama Hordavinthra. Sebuah album berjudul Ablaze The Dreadful Depth kemudian dirilis dan sudah didistribusikan ke beberapa toko musik.
-1519193533.jpg)
Dikutip dari rilisan pers, album ini merupakan pembuktian lain dari Daniel Natjaard atas pengabdian dan kecintaannya pada musik yang ia tekuni: black metal. Meski begitu, ia membebaskan pendengarnya untuk mengklasifikasi musik yang ia usung. Natjaard sendiri memilih untuk menyebut aliran Hordavinthra dengan necropoetic chaosphere.
BACA JUGA - ‘Pukulan Balik’ Speedkill Lewat Rilisan Single Baru, “Rekonstruksi”
Album ini berisi sepuluh buah lagu yang menggunakan gaya bahasa metafora. Para militan khususnya yang berada di kota Surabaya menjadi latar kisah yang Natjaard angkat menjadi tema dari album ini. Menurut Natjaard, album ini dapat mengobati kerinduan akan karya-karya dari Dissection, band extreme metal asal Swedia.
Album dengan cover grim wolf atau serigala pencabut nyawa ini sudah bisa didapatkan di toko-toko musik yang tersebar di beberapa kota besar. Album ini bisa didapatkan di Daztanians Production (Surabaya), Cempaka Store (Surabaya), Lawless (Jakarta), Warung Musik (Jakarta), Hitam Kelam (Bogor), Eternal Store (Bogor), Altarapocalips (Yogyakarta), Toko Musik Luwes (Yogyakarta), Omuunium (Bandung), Alpha Omega (Solo), Come Store (Semarang), dan Musik Bustore (Makassar).
Comments (1)