Mengajak Para Pecandu Afeksi ke Dunia Fantasi

Mengajak Para Pecandu Afeksi ke Dunia Fantasi

Mari menyelam dan bermain-main di dunia antah berantah bersama Head Head!

Istilah “yang muda yang berbahaya” rasanya semakin nyata hari ini, terutama di dunia musik. Bukan bermaksud mengecilkan potensi para senior, tetapi sudah tidak ada lagi alasan untuk memandang sebelah mata para musisi yang umurnya bahkan baru seumur jagung. Banyak bukti yang bisa disebutkan, dan kali ini adalah giliran Head Head yang disorot sebagai band muda dengan musik yang patut diperhitungkan.

Meski baru berusia empat bulan, Bepe (vokal & gitar), Meidi (gitar), Yoga (bass), dan Emir (drum) mengemas musik mereka dengan matang dan asyik untuk didengar. Dengarkan saja lagu yang baru mereka rilis, “Vivid Reality”. Suasana pop dreamy dari band asal Malang ini sulit untuk ditolak. Semua unsur pembentuk “Vivid Reality” terdengar sangat pas, tidak lebih apalagi kurang. Head Head mengakui bahwa mereka terpengaruh oleh musik-musik milik Morrissey, The Strokes, dan Triptides. Lagu ini direkam di GZZ Records, diproduseri oleh Sambadha (Coldiac), dan Mahatamtama (Coldiac) untuk eksekutor di bagian mixing and mastering.

Dituturkan di rilisan pers, “Vivid Reality” menceritakan tentang pasangan yang memadu kasih dalam fantasi dimensi paralel, dan dunia itu mereka ciptakan sendiri. Lirik dalam lagu ini berbahasa Inggris dan mengedepankan cara penulisan yang puitis. “Vivid Reality” terinspirasi dari karya lukis Van Gogh di tahun 1889 yang legendaris, “The Starry Night”. Menurut Head Head, lukisan ini halusinatif, menyajikan sensasi keabadian dalam ekspresi yang cenderung violent—yang dapat berarti kasar, bengis, ganas, atau hebat.

Ada sedikit masukan dari Head Head ketika mendengarkan lagu ini. “Kita nyaranin buat temen-temen dengerin “Vivid Reality” ini sambil menutup mata, berbaring, rileks, bahkan sambil menyalakan terapi aroma kesukaan temen-temen. Supaya juga bisa ikut masuk dalam fantasi dimensi paralel yang temen-temen ciptakan sendiri sembari mendengarkan dan menghayati lagu ini.”

Foto milik Head Head Official, diperoleh dari rilisan pers

BACA JUGA - Persilangan Dua Musik Gelap dari Malang dan Jakarta

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner