Menyambut Era Garage Rock Revivalist a la Lima Pemuda Mujur Bernama Modernheads

Menyambut Era Garage Rock Revivalist a la Lima Pemuda Mujur Bernama Modernheads

Foto dan artwork didapatkan dari siaran pers. Kredit tidak disertakan.

Lima pemuda dari timur pulau Jawa yang mendeklarasikan diri sebagai pria mujur ini memperkenalkan sebuah album mini bertajuk 'LO/HI'. Lewat album ini, mereka mengucapkan "Selamat datang di ranah di ranah garage rock revivalist/indie rock".

Mereka adalah lima pemuda yang menyatakan diri bernasib mujur. Di tengah carut marut dunia yang terjadi sejak 2019 dan memaksa orang berusaha sampai ke titik klimaks untuk bertahan hidup, mereka justru punya kesempatan untuk menyamakan visi dan membentuk sebuah grup musik di tengah hiruk pikuk kota Surabaya. Mereka menamai entitas mereka Modernheads, yang dengan percaya diri mengklaim sebagai pembuka jalur ke era garage rock revivalist/indie rock, melepaskan pemahaman modern rock era 2010, juga menolak untuk disebut sebagai the next Guns n Roses, Deafheaven, apalagi The 1975.

New York adalah kota tujuan Modernheads yang digawangi oleh Ardi (drum), Aswin (bass), Erwin (vokal), Glaop (gitar) dan Prass (gitar). Album mini bertajuk LO/HI jadi bekal yang mereka bawa untuk mengejar mimpinya. "Self Comfy-Dance", "Nothing's Easy", "10 PM", "Side Effect" dan "Modern Junk" adalah lima nomor yang terdapat dalam album mini tersebut. Tak bisa dielak, musikalitas mereka banyak terpengaruh dari The Strokes, dengan sekelebat unsur funk/post-punk/punk a la Talking Heads dan Television serta selingan noise a la Sonic Youth atau Blur era album 13.

Dipaparkan dalam siaran pers, ketiadaan jejak garage rock revivalist/indie rock 2000s di Jawa Timur membuat Modernheads dirasa valid untuk dianggap sebagai pembuka jalur. Segar dan nekat jadi dua kata yang dianggap cocok untuk menggambarkan Modernheads, mengingat warna musik ini tak tumbuh subur di Surabaya. Sepertinya, di sisi ini pula kita bisa melihat semujur apa kelima pemuda ini, apakah akan sanggup bertahan di industri musik dengan tawaran musik yang belum cukup populer di tanah kelahirannya, atau kebalikannya?

Kamu juga bisa memberi penilaian, karena album LO/HI sudah resmi dirilis dan bisa didengarkan lewat gawai pintar. LO/HI tersedia di kanal musik digital, seperti Deezer, Spotify, Bandcamp, iTunes, YouTube Music, Amazon dan lain-lain.

BACA JUGA - Lewat “Rijang” Jangar Tetap Menyala Dengan Api Adrenalin yang Mereka Bawa

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner