Merayakan Sosok Ayah, Pangalo Rilis Single “Umbak Hangoluan”

Merayakan Sosok Ayah, Pangalo Rilis Single “Umbak Hangoluan”

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Pangalo

Lagu “Umbak Hangoluan” dari Pangalo! berkisah tentang petuah seorang ayah kepada anaknya bagaimana menjalani kehidupan

Apresiasi berdatangan dari kalangan pendengar, musisi, jurnalis dan media musik di penjuru negeri yang disematkan kepada Pangalo! berkat album perdananya yang berjudul Hurje!. Maka Merapallah Zarathustra yang direspon positif sebagai Album Hip Hop/Rap Terbaik 2018 pilihan musisi favorit redaksi Vice.

Pemuda Batak yang berasal dari Prapat, Kab. Simalungun Sumatera Utara dan tumbuh besar di kerasnya perantauan pulau Jawa ini dikenal sebagai rapper yang banyak membubuhkan lagu tentang kehidupan, perjuangan, perlawanan bahkan syairnya tidak jauh dari ilmu-ilmu filsafat yang ia pelajari.

Selain sahih urusan mengomel dengan mikrofon disertai kata dalam balutan rima yang lantang, Pangalo! ternyata memiliki sisi humanis melankolis, terlebih jika membahas soal orangtuanya. Sang Damang (artinya; Ayah) telah berhasil membuatnya pulang dari pengembaraannya yang panjang. Selang tak berapa lama kembali ke kampung halaman, ayahnya pun wafat sehingga membuat Pangalo! menggali ingatannya kembali tentang lagu-lagu yang pernah ia buat semasa remaja dahulu.

Single teranyarnya yang berjudul “Umbak Hangoluan” (baca: Ombak Kehidupan) dia tulis sejak masih duduk di bangku SMA, sampai akhirnya dia gubah dengan versi yang bisa kita dengar saat ini. Dirilisnya single ini sebagai kesempatan baik merayakan romantisme anak dan ayahnya. Sebagai pemuda kelahiran tanah Batak, ia memilih menuliskan lagu-lagunya dengan bahasa ibunya, bahasa Batak. Dengan menggunakan bahasa ibu, ia merasa lebih mampu mengungkapkan isi hatinya.

Lagu yang berkisah tentang petuah seorang ayah kepada anaknya bagaimana menjalani kehidupan ini berisikan potongan lirik seperti “Ikkon hot do ho ale, amang. Di sa sude dalan ni ngolumi. Rimangi ma poda ni jolma i. Ai dang sude denggan na sian i” yang artinya “Harus tetap kokoh, anakku di setiap jalan hidupmu. Renungi segala nasehat orang-orang sebab tak semua nasehat itu baik untukmu”.

Memang terkesan klasik dan sering didengar oleh orangtua manapun, namun tetap terasa mengharukan dan menjadi warisan abadi dari seorang ayah kepada anaknya

Single “Umbak Hangoluan” diproduseri oleh sahabat ideologis Pangalo!, Tengku Ariy yang tak lain adalah produser label musik indie asal Medan, Ringo Records. Pemilihan Tengku Ariy bukan hanya karena bentuk perkawanan mereka selama ini, tetapi Degilhouse sebagai rumah produksi Ringo Records telah menjadi rumah kedua bagi Pangalo!. Selain itu, Pangalo! juga memercayakan pembuatan lagu-lagunya yang akan ia jadikan album kedua bernama “Gaor” (baca: Bising) kepada Ringo Records dan Tengku Ariy sebagai produsernya.

Dalam proses pembuatan musik, lagu ini didominasi oleh suara permainan piano Mr Mills yang dimainkan secara apik oleh Evan Ewaldo Tobing (personil band Wina) untuk mendapatkan mood dari Studio 1 Abbey Road yang legendaris itu. Pangalo! juga dibantu oleh personil The Ringos lainnya, seperti Holong Paradika dan Arif Fatur.

Sedangkan penggarapan artwork lagu “Umbak Hangoluan” dipercayakan Pangalo! kepada comrade lamanya, Coksambung. Sebagai catatan pendengar, lagu “Umbak Hangoluan” ini dari segi lirik memang hanya bisa dipahami oleh orang-orang bertutur bahasa Batak, beruntung siara pers yang diterima redaksi DCDC menyertakan salinan liriknya yang berisikan lirik/arti dalam bahasa Indonesia, sehingga akan mudah dipahami maksud dari lagu ini. Namun, satu hal yang dapat dipastikan ketika menyimak lagu ini yakni bisa membuat kita merenung dan mengenang orang tua kita, terkhusus ayah yang sosoknya jarang mendapat sorotan, tetapi sangat berarti keberadaannya tanpa kita sadari. Terlebih bagi Pangalo! yang sengaja merilis single “Umbak Hangoluan” ini pada tanggal 18 Februari lalu, tepat di hari lahir sang Damang.

Lagu Umbak Hangoluan sudah dapat diakses di platform digital seperti Spotify, iTunes, dan lainnya. Video musik dan liriknya juga bisa ditonton di Youtube “Pangalo!”. Mari kita rayakan ayah kita bersama- sama. Selamat ulang tahun, pak Lumban Raja!

BACA JUGA - Dylan Pearce dan Segala Kesulitan Hidup Menuju Album Perdananya

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner