METHOSA Serukan Perlawanan Lewat Lagu "Bangun Orang Waras"
Unit musik rock alternatif METHOSA kembali hadir dengan single terbaru berjudul "Bangun Orang Waras", sebuah lagu yang memuat semangat perlawanan dan keresahan sosial terhadap kondisi bangsa yang kian memprihatinkan.
Terinspirasi dari realita keseharian yang mereka lihat dan alami, para personel METHOSA menggali tema yang cukup tajam: kemunduran moral para pemimpin dan dampaknya terhadap masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Lagu ini tercipta sebagai respons atas maraknya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang tak lagi malu-malu dipertontonkan oleh para penguasa, baik di level pusat maupun daerah.
“Bangun Orang Waras” menjadi bentuk ajakan untuk tidak lagi diam. Dengan lirik yang lantang dan nuansa musik yang menggugah, METHOSA ingin menyadarkan pendengarnya akan pentingnya menjadi warga yang aktif dan kritis. Mereka berharap lagu ini bisa menjadi alarm kolektif bagi publik untuk membenahi diri sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan.
Lagu ini bukan hanya sebuah karya musik, tapi juga manifesto sosial—menegaskan bahwa suara rakyat tetap punya daya dobrak, selama masih ada orang-orang waras yang mau bangun dan melawan.
Lewat single ini, METHOSA membuktikan bahwa musik bisa jadi alat perjuangan. Sebuah bentuk ekspresi yang berani, lantang, dan jujur di tengah kondisi bangsa yang sarat permainan kotor kekuasaan.
Comments (0)