Minorways Hadirkan Semangat Melayu Lewat Versi Punk Lagu "Pulau Bintan"
Band punk asal Bantul, Yogyakarta, Minorways, membawa semangat "Takkan Melayu Hilang di Bumi" ke ranah musik modern dengan merilis ulang lagu daerah Pulau Bintan. Lagu yang diciptakan oleh almarhum Mohd Daud Kadir ini mereka garap ulang dengan aransemen khas Minorways, menghasilkan sajian segar tanpa kehilangan esensi melodi aslinya.
Dari Tugas Kuliah Jadi Proyek Serius
Awalnya, Pulau Bintan hanya bagian dari tugas kuliah tiga personel Minorways, yang diminta untuk mengaransemen ulang lagu daerah Indonesia sesuai gaya masing-masing. Namun, lagu ini menyimpan arti mendalam, khususnya bagi Ilalang (gitar), yang memiliki hubungan personal dengan Pulau Bintan karena pernah tinggal di Tanjungpinang semasa kecil.
“Lagu ini mungkin tidak sepopuler Suwe Ora Jamu atau Bungong Jeumpa, tapi bagi saya dan teman-teman yang pernah tinggal di sana, lagu ini sangat membekas,” kenang Ilalang. Ia juga mengungkap bahwa baru mengetahui pencipta lagu Pulau Bintan adalah Mohd Daud Kadir setelah melakukan riset sendiri saat proses aransemennya.
Perizinan yang Tak Sebentar
Tak hanya soal aransemen, Minorways juga menempuh perjalanan panjang dalam mendapatkan izin resmi untuk mengaransemen ulang lagu ini. Mereka berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kepulauan Riau dan tokoh-tokoh budaya setempat hingga akhirnya berhasil terhubung dengan Ibu Sitti Budhiany Mulyaty, putri bungsu almarhum Mohd Daud Kadir. Dengan penuh semangat, Ibu Yayat—sapaan akrabnya—memberikan restu dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Minorways.
Produksi Hingga Panggung
Proses rekaman Pulau Bintan dilakukan bersamaan dengan pengerjaan EP mereka sebelumnya My Mother is Stronger than Godzilla. Mada Panglima Nusa dipercaya sebagai engineer untuk recording, mixing, dan mastering lagu ini, yang akhirnya resmi dirilis pada 20 September 2024 di berbagai platform digital.
Sebelum resmi dirilis, lagu ini sempat beberapa kali dibawakan Minorways di panggung. “Double pedal-nya masif banget, cocok buat headbang,” ujar Yazid, drummer band ini. Walau belum masuk setlist tetap, respons penonton kerap kali meriah setiap kali lagu ini dibawakan.
Harapan untuk Generasi Muda
Minorways berharap versi mereka dari Pulau Bintan bisa memperkenalkan kembali keindahan lagu-lagu daerah kepada generasi muda. "Kami ingin tampil langsung di Pulau Bintan atau Tanjungpinang. Akan sangat berarti bisa membawakan lagu ini di tanah Melayu," ujar Risang, bassis Minorways.
Dengan pendekatan punk yang energik namun tetap menghormati nuansa aslinya, Minorways menunjukkan bahwa lagu-lagu tradisional bisa tetap hidup dan relevan di tengah arus zaman. Lagu Pulau Bintan versi mereka kini bisa dinikmati di platform streaming digital, menghadirkan semangat baru bagi warisan budaya Melayu.
Comments (0)