Muncul dengan Warna Musik Dance-Punk, Aeonleta Resmi Edarkan Debut EP ‘Simulakra Berkalang Tanah’
Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Aeonleta
Dalam segi lirikal, masih berbicara tentang ketakutan dan keputusasaan, baik itu yang terjadi di personal maupun keadaan sekitar. Namun, yang berbeda di sini dua trek anyar menggunakan Bahasa Indonesia
Geliat musik bawah tanah Bandung memang selalu menyala tak pernah padam, yang diperkuat dengan rilisan-rilisan terbaru yang menarik untuk disimak. Kali ini geliat itu datang dari para bahadur Dance-Punk, Aeonleta, dengan meluncurkan EP perdananya yang bertitel Simulakra Berkalang Tanah. Sebuah magasin pendek dengan dua amunisi anyar dan satu single yang sudah dilepas sebelumnya sebagai single. Aeonleta sendiri digawangi oleh Kikim (vokal), Al (gitar), Dritt (bass), paten menunjuk Kakang bergabung untuk mengisi departemen drum. EP ini masih dirilis via label sebelumnya, Husted Records.
Proses pengerjaan materi pun tak terlalu lama, hanya digarap dalam waktu dua bulan. Sesuai timeline, hanya saja jadwal rilis selalu mundur karena ada beberapa kendala dalam proses pengerjaan printilan kecil diluar materi lagu.
“Segi musik masih terpengaruh oleh suntikan post-punk sampai rock. Berbagai elemen dari latar belakang selera musik masing-masing anggota yang ‘banyak mau’ memasukkan segala unsur, akan tetapi tetap dikurasi agar tetap berada di benang merah. Entahlah, persetan genre. Saya lebih suka menyebutnya alprakaliptikal dance-punk,” ujar Dritt.
Dalam segi lirikal, masih berbicara tentang ketakutan dan keputusasaan, baik itu yang terjadi di personal maupun keadaan sekitar. Namun, yang berbeda di sini dua trek anyar menggunakan Bahasa Indonesia.
“Dalam segi lirik banyak tentang keputusasaan yang dibalut dengan sinis seperti dalam nomor ‘Bius Urban Mempetisi Langit’, Dritt menulis fenomena lucu yang dibalut menjadi dark humor satir. Entah pengalaman personal atau yang terjadi di sekitarnya, saya pun tak tahu. Dan ada diksi aneh non-KBBI yang ia buat-buat sendiri,” jelas Kikim.
“Saya terpengaruh oleh Remy Sylado yang mbeling serampangan. Di trek ‘Hidup Terberangus Mati Tak Kudus’ pun Kikim berbicara tentang kegusaran dan keresahan. Tapi kami balut dengan suasana musik yang terdengar hura-hura pemecah lantai dansa. Ya, pesta seenaknya seakan-akan kita akan mati esok hari,” tambah Dritt.
Segi cover sampul dikerjakan oleh Moyann Ayu Larasati. Semua instrumen direkam di Funhouse Studio oleh Gagan, terkecuali vokal direkam di Southside Chamber oleh Biman dan drum diisi oleh Wisong. Sedangkan proses mixing dan mastering digarap oleh Alikbal Rusyad di The Pandora Labs.
EP Simulakra Berkalang Tanah resmi beredar via Husted Records dalam format digital dan disusul dengan kaset di waktu yang akan datang.
Comments (0)