MURKA Hidupkan Kembali Bara Api Rock Nusantara
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers MURKA
Keinginan untuk mengulang kembali kejayaan musik rock di tanah air agar stigma ‘rock sudah mati’ itu terkubur dalam-dalam oleh hadirnya album ‘Deklarasi Biru’ dari MURKA. Di album ini mereka menghidupkan kembali bara api rock nusantara
Pembuatan album Deklarasi Biru milik MURKA terinspirasi oleh Nietzche yang mengatakan “Seni adalah sebuah transformasi dari segala bentuk tragedi kehidupan”. Trio rock asal kota daeng, Makassar ini mencoba mentransformasikan segala bentuk tragedi yang terjadi belakangan ini di Indonesia ke dalam sebuah labirin musik rock.
Tak perlu waktu lama bagi MURKA untuk melahirkan sebuah album setelah dibentuk pada akhir tahun 2019 lalu. Debut album ini adalah sebuah artefak ideologi, maniefesto yang kental dengan teriakan akan sebuah perubahan. Suara-suara jalanan yang tidak terdengar, yang menjadi motor penggerak dalam proses pembuatan album ini.
Album Deklarasi Biru yang digarap di Celestialsphere studio dari awal tahun 2020 ini menguras banyak pikiran dan tenaga dikarenakan terbentur dengan kondisi pandemi yang tidak tentu regulasinya, di mana proses produksi memakan waktu hampir setahun. Album ini menyajikan 10 repertoar yang pastinya menghadirkan nuansa rock Indonesia era tahun 80an, layaknya membuka peti rock yang sudah kusam dan berdebu. Pada setiap lagu dihiasi oleh suguhan semangat rock yang kental dengan tajamnya syair, kerasnya raungan gitar dan teriakan vokal.
Keinginan untuk mengulang kembali kejayaan musik rock di tanah air agar stigma ‘rock sudah mati’ itu terkubur dalam-dalam oleh hadirnya album ini. Mereka berharap semoga album ini menjadi jejak-jejak peradaban musik di tanah air. Menjadi jalan pikiran alternatif bagi para pemuda bangsa. Dan kini bara api rock itu telah di nyalakan dari kota di sebelah Timur Indonesia, Makassar tanah para Karaeng.
Debut album ini dirilis dalam bentuk fisik dan digital di seluruh platform streaming service dan official Youtube MURKA. Mereka memprioritaskan kemudahan mengakses karya-karya mereka.
Comments (0)