“N For Nothin” : Bangkitnya Mighfar Suganda
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Mighfar Suganda
Tanpa “N for Nothin” mungkin nama Mighfar Suganda sudah terpahat di batu nisan. Lagu yang tercipta di sudut kamar sewanya pada tahun 2020 awal ini menyelamatkan hidupnya dari percobaan bunuh diri
Tanpa sengaja, tiba-tiba terdendang sebuah lirik dan nada berbunyi seperti ini
“I feel nothin
I can’t feel anything
I don’t want to do anything
I just feel you in time like this”
Potongan lirik lagu tersebut melatari terciptanya lagu “N for Nothin”. Sebuah lagu yang meredam segala ambisi dan kebenciannya terhadap dunia dan menyadarkan dari awal memang bukan siapa-siapa dan tidak mempunyai apa-apa. Sekuat apapun kerja keras dan keinginan kita, kalau takdir berkata tidak maka terimalah kenyataan. Kehilangan dan kegagalan merupakan hal yang harus dihadapi dan dilewati. Lagu ini menyelamatkan hidup dan karir Mighfar Suganda.
Jika Mighfar Suganda perlu berterima kasih, selain kepada Tuhan mana saja yang ia percayai, atau mungkin keluarga, teman dan kerabat dekatnya, mungkin kepada lagu “N for Nothin” yang ia ciptakanlah ia sepatutnya berterima kasih. Tanpa “N for Nothin” mungkin nama Mighfar Suganda sudah terpahat di batu nisan. Lagu yang tercipta di sudut kamar sewanya pada tahun 2020 awal ini menyelamatkan hidupnya dari percobaan bunuh diri.
Cerita nyata hidupnya yang sempat kusut ia gubah menjadi lagu. Tentang fase terendah di hidupnya, quarter life crisis, gagalnya pekerjan, asmara yang kandas, proses bermusik yang terhenti dan segala hal lain diantaranya. Faktor-faktor ini berinteraksi. Diterpa keresahan terkait album pertama pada Januari 2020 yang gagal karna sapuan pandemi dan rumitnya masalah kehidupan pribadinya yang cukup pelik berimbas pada kesehatan mental dan kejiwaannya yang perlahan menurun.
Terselamatkan oleh lagu dan memutuskan untuk melanjutkan hidup untuk menyelesaikan lagu. Walaupun terpaksa, Mighfar merilisnya sekarang sebagai solois, bukan proyek duo seperti yang digagas di awal. Teman satu bandnya di luar kota, tak muncul-muncul sampai detik perilisan materinya. Karena itu juga, kemudian membuatnya semakin bertekad bulat memilih jalur musisi sebagai tujuan hidupnya.
Pada tahun 2021 lalu seharusnya menjadi momentum comeback Mighfar Suganda. Kenyataannya, di masa itu menjadi waktu belajar, berproses, dan mencari karakter dalam persona juga musiknya. Pengenalan sound dan instrumen baru yang berhasil dipelajari seperti drum percussion, strings, synthesizer, ambience, dan choir. Mighfar Suganda akhirnya menemukan formula baru yang akan melekat pada karya-karyanya untuk beberapa tahun kedepan. Setelah belajar dan terbiasa sendiri, proses produksi mulai dari dari take vocal, gitar, synthesizer, strings, ambience, sampai mixing mastering semuanya dilakukan mandiri oleh Mighfar Suganda di rumahnya, kecuali satu instrumen, yakni bass yang dibantu oleh Yosan Aponno (Redwine), additional bassist yang selalu setia dan support kemanapun Mighfar Suganda manggung.
Mengutip dari siaran persnya di meja redaksi, latar belakang dipilih judul “N for Nothin” (Meanor), inisial ‘N’ disebut Mighfar diambil dari inisial mantan kekasihnya dan nothin adalah pelajaran penting yang ia dapatkan, bahwa tidak apa-apa kalau bukan menjadi siapa-siapa dan tidak punya apa-apa untuk dibanggakan. Bagaimana mereka mengisi kehidupannya dan bertahan hidup sesuai cara dan porsi mereka masing-masing. Sedangkan Meanor adalah penanda bahwa lagu ini memiliki benang merah, tema musik dan cerita yang diproyeksikan masuk dalam album Meanor yang direncanakan akan disebar tahun 2023 nanti.
Tak lupa Mighfar menambahkan artwork yang bisa menggambarkan isi dari lagunya tersebut, di mana Mighfar mempercayakannya kepada Mrgien untuk membuat sebuah sketsa bergambar wanita telanjang berambut pirang pendek yang menghadap kebelakang membawa botol alkohol bertattoo N for Nothin’. Style font judul disumbang oleh Asyiqun, vocalis dari band Surabaya bernama Ocean. Menurut Mighfar, visual ini adalah representasi bagaimana manusia yang tidak punya apa-apa dan bukanlah siapa-siapa diantara jutaan manusia di muka bumi.
Semua dipikirkan Mighfar Suganda dengan teliti. Bahkan ia mengklasifikasikan musik yang ia buat sebagai Bedroom pop, yang dirasa memang sesuai tema untuk merenung sambil rebahan dan meredam ambisi dan kekecewaan.
“(bedroom pop ) ditujukan agar pendengar moodnya lebih rileks dan santai dalam mendengarkan,” jelas Mighfar.
Unsur Alternative Rock ditengah lagu beberapa detik saat teriakan lirik “I have fallen” dan gitar melodi elektrik bersahutan yang menyampaikan makna kemarahan, kemudian ditutup kembali dengan suasana tenang dan rileks.
“N for Nothin” sudah dirilis tepat hari musik nasional 9 Maret 2022 yang juga masuk Kompilasi Rakyat Volume 2, sebuah kolaborasi 4 media Igunsudarmono, Folkslokal, Musicvibecom, dan BandTemenLoe yang ditujukan untuk mengangkat karya terbaik musisi Indonesia dari berbagai macam genre dan tema lagu, untuk naik ke permukaan dan semakin dikenal luas. Bersama musisi lain seperti Okin, Putri Ariani, Abbydzar, Rey Tobing, The GRGTZ, Binerica, dan lainnya.
Rilisnya “N for Nothin” ini akan menjadi pembuka dan perkenalan gaya bermusik Mighfar Suganda untuk karya-karya berikutnya. Tahun 2022-2023 Mighfar Suganda berkomitmen untuk rilis single tiap dua bulan sekali sampai track terakhir dan video musiknya akan menyusul tiap akhir tahun dengan memilih beberapa lagu terbaik. Semua rangkaian itu kemudian dibentuk menjadi satu album Meanor dan disusul oleh Novel Meanor.
Catatan Penulis: Depresi bukanlah persoalan sepele.
Jika pembaca mengenal individu, kerabat, teman, keluarga atau mungkin pembaca sendiri memiliki tendesi kecemasan, depresi, pikiran untuk bunuh diri, membutuhkan konseling, kalian dapat menghubungi 119 atau akses; intothelightid.org bisa juga menghubungi layanan pencegahan bunuh diri LISA (Love Inside Suicide Awarness) yang tersedia pada nomor Bahasa Indonesia: +62 811 3855 472, English: +62 811 3815 472, atau melalui email lisahelpline@gmail.com. Amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Comments (0)