Neo-Psychedelia dari Timur Untuk Jiwa dan Raga

Neo-Psychedelia lahir ketika para pemuda-pemudi abad 21, dicecokki permainan sitar Ravi Shankar yang bangkit dari kubur sambil ditemani George Harrison, dijejali dengan psychedelic folknya Donovan yang janjian dengan Nick Drake. Tak lupa sang founding father nya psychedelic Roky Erickson dari 13th Floor Elevators, yang sedang malas bermain gitar namun lebih memilih ukulele elektrik dan bergabung dengan The Electric Prunes. Serta tabuhan dan ketukan soulful dari band pengiring asal Bristol UK Saddar Bazaar mengiring mereka. Kemudian tidak lupa mereka mengajak Jerry Garcia "The Grateful Dead" untuk jamming session bareng Peter Kember(Spacemen 3, Spectrum) dan Jason Pierce(Spacemen 3, Spiritualized), sambil mendengarkancerita dongeng kosmik ‘Narayana’ dari Crispian Mills-Kula Shaker. Maka dari 'rahim' Ibukota Jakarta, kembali lahir satu band neo-psychedelia yang cukup menjanjikan. Band itu bernama Circarama.
Kuartet hippies lokal yang terdiri dari M. Jugo Djarot pada vokal, Faiz Mochamad di gitar, Teuku Rifaldi Moeli di bass, dan penjaga tempo Eki Yuda Sena pada drum. Musik mereka banyak merambah wilayah psychedelic, raga rock, ambiemt, sedikit spacey, folk dan rock. Dari menjamurnya band-band neo-psychedelia baik lokal atau internasional, Circarama termasuk kedalam “jamur’’ versi goldJ. Kesan trippy dalam single mereka “Sweet Shining” tidak memaksakan pikiran kalian untuk berada di warna-warninya flower power generation dengan segala gegap gempita dan substance di eranya, tetapi kesan alternative mereka masukkan seraya menyergah gendang telinga, sejenak memejamkan mata, membawa serta keresahan dan merayu kegundahan hati ini melayang dan menghilang sedikit demi sedikit. Tidak habis disitu, bisa kalian bayangkan ketika Pink Floyd reunian dan David Gilmour yang 'berbaikan' dengan Roger Waters dapat dinikmati dalam single “Empty Room”. Dibantu Ray Davies The Kinks, Hammond Organ oleh Gary Brooker dan di drum bukan Nick Mason, tetapi Mochamad John Charles Alder aka Twink dari Pink Fairies mengisi spot tersebut. Di posisi Bass, Ronnie ‘Plonk’ Lane Small Faces, berhasil meluangkan waktu mengisi momen langka ini, meluangkan waktu bermain bass kembali dan sedikit melupakan hidup nomadennya menjadi Gypsy.

Dari kacamata kami, Circarama cukup berhasil meng-cover “Real Love”nya The Beatles menjadi lebih-lebih lembut lagi(walaupun lagu aslinya juga sudah cukup merepresentasikan kelembutan itu sendiri) dan mungkin, Harrison dan Lennon menari-nari di surga mendengarkan lagu ini via satelit di surga yang dipinjam dari alien lokal setempat. Musik Circarama bebas kalian sebut apa alirannya, mau psychedelic rock, folk psychedelia, raga rock, ambient,neo-psychedelia sekalipun?!! BEBAS saja! Karna mendengarkan musik mereka hasilnya tetap Nice Trip!!!!"FL''
Contact : https://twitter.com/circarama
https://www.facebook.com/circarama64
Foto : Circarama Docs
Comments (0)