Ngalor-Ngidul bersama Skabanton di Album Terbarunya ‘Kian Kemari’

Ngalor-Ngidul bersama Skabanton di Album Terbarunya ‘Kian Kemari’

Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Skabanton

Album Kian Kemari yang berdurasi sekitar 30 menit ini mencoba merelevansikan kisah-kisah yang mereka suarakan dengan telinga dan benak pendengar

Delapan tahun sejak debut “The Master of Situation”, kini Skabanton kembali hadir dengan suguhan yang lebih segar dan berwarna. Perjalanan yang tak singkat, serta pasang surut gejolak dalam laku bermusik tak menenggelamkan langkah Skabanton untuk kembali suguhkan karya baru. Album kedua bertajuk Kian Kemari akan rilis 23 Desember 2023 mendatang melalui label Trek Rekords, dan siap jadi setlist penutup serta pembuka tahun, di tengah bisingnya berita perebutan tahta.

Jika dulu kental akan instrumental dan sebagian lagunya berlirik Bahasa Inggris, Lewat album ini, Skabanton dengan iramanya yang beragam merefleksikan sebuah realita dan romansa dalam bertahan hidup. Dari kala pandemi yang suram, bersahabat dengan muram, hingga berusaha melepas kelam; semuanya dikemas dalam lirik berbahasa Indonesia ringan namun mengena.

Kini mereka memilih untuk jadi pencerita. Sesuai dengan transformasi nama The Ska Banton jadi Skabanton; sebuah peleburan Ska sebagai genre dengan ‘Banton’; yang dalam bahasa Patwah artinya pendongeng. Penggabungan kedua kata tersebut menjadi frase tanpa arti. Dengan maksud agar tidak terbatas dalam koridor sebuah genre musik tertentu.

Album Kian Kemari yang berdurasi sekitar 30 menit ini mencoba merelevansikan kisah-kisah yang mereka suarakan dengan telinga dan benak pendengar. Tak luput, emosi pun turut dimainkan lewat urutan tracklist; yang pada akhirnya merujuk ke title album mereka, yang dalam bahasa akrab mereka bisa juga disebut ‘ngalor-ngidul’ atau ke sana kemari. Kian Kemari dapat pula diartikan segala sesuatu yang ‘ngalor-ngidul’ dalam benak si penulis lagu.

Total Skabanton menghabiskan waktu sekitar 10 bulan untuk merampungkan album ini. Turut melibatkan beberapa rekan musisi, seperti Bruss (The Sukudalu) yang mengisi vokal pada track ‘’Muak’’, Abednego mengisi suara perkusi di lagu ‘’Tersesat’’, Ridwan SW (Wawa) yang mengisi beberapa lead guitar serta vokal latar bersama Maria Angela Dhani dan Yaner Irawan.

Kini, album tersebut sudah bisa di dengar di berbagai platform streaming digital dengan ‘‘Waru (Di Batas Kota Itu)’’ yang jadi focus track. Ke depannya, Skabanton pun akan merencakan perjalanan tur di beberapa kota.

BACA JUGA - Jendral Kantjil Berikan Penghormatan Pada Karya dan Personil lewat Single “Terima Kasih”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner