Of Absolute Zero Rilis Debut Album Menjelang Akhir Karantina
Foto didapatkan dari rilisan pers Of Absolute Zero
Selang tiga tahun pasca perilisan single “Selaksa Maya”, Of Absolute Zero menepati janji untuk merealisasikan debut albumnya, Repertoar pada masa pandemi seperti saat ini.
Menapaki karir bermusik pada tahun 2016 lalu dengan merilis lagu “Friday Morning” sebagai single perdananya, Of Absolute Zero kemudian memutuskan vakum sementara karena kesibukan masing-masing personil. Hingga akhirnya pada tahun 2017 lalu mereka berkomitmen untuk menggarap materi full album pertamanya. Sebagai pengantar menuju album penuhnya tersebut, dipilihlah lagu “Selaksa Maya” sebagai single yang menjembatani itu.
Selang tiga tahun pasca perilisan single “Selaksa Maya”, akhirnya mereka menepati janji untuk merealisasikan debut albumnya pada tahun 2020 ini. Dirilis pada masa pandemi seperti saat ini, album berjudul Repertoar ini seakan menjadi ajang pembuktian Of Absolute Zero jika untuk urusan bermusik, tidak ada yang bisa menghalangi mereka.
Di tengah kepanikan yang tengah dirasakan beberapa pihak, tidak terkecuali musisi, mereka menyikapi adanya pandemi global ini dengan cara yang berbeda, dengan tetap produktif ditengah anjuran pemerintah untuk work from home (WFH), dan social/physical distancing. Penggarapan album Repertoar sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2017, dan penantian panjang yang akhirnya telah rampung dan siap untuk dirilis tersebut kini sudah dapat dipetik hasilnya.
Lebih jauh berkisah tentang albumnya, dilansir dari rilisan pers yang DCDC terima, nama Repertoar sendiri diambil dari salah satu judul lagu yang ada di dalam album tersebut. Berisikan sembilan lagu, termasuk lagu instrumental yang menjadi pembuka, album ini juga berisikan “Monolog”, “Aura”, “Repertoar”, “Berhenti Sejenak”, “Cermin”, “Hujan Kemarin Sore”, “Selaksa Maya”, “Hitam Putih”, dan “Dialektika” sebagai ‘peluru’ nya. Penggarapan Album ini juga dibantu oleh Fitranto Haryo (Mixing & Mastering) di ETC Studio, Setyo Anggono (Synthesizer & Keyboard), Zulfikar Adi (Add Bass), Sementara untuk art-work dipercayakan pada Dafid Rizal (Insect decay).
Selain itu, diakui pula oleh mereka jika kata “Repertoar” dalam lagu dan judul album tersebut merujuk kepada seni pertunjukan, sandiwara atau opera, yang dimaksudkan bahwa lagu-lagu yang ada di dalam album berisikan gambaran peristiwa atau kejadian yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari kehidupan sosial manusia, romantisme, modernitas, pencitraan dunia maya, sampai bentuk syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan nuansa musik yang dihadirkan dalam album Repertoar ini banyak dipengaruhi oleh beberapa genre musik seperti, postrock, shogaze, britpop, folk dll, dikemas dengan nuansa pop.
Comments (0)