Mari Berharap Baik Pada Dunia Bareng Lagu Baru Woodcore
Lagu “We’ll be Fine” mengetengahkan perasaan tentang bagaimana cara menghadapi kenyataan, mengatur diri sendiri, dan berharap baik terhadap dunia
Lagu “We’ll be Fine” mengetengahkan perasaan tentang bagaimana cara menghadapi kenyataan, mengatur diri sendiri, dan berharap baik terhadap dunia
Di single “Safe Flight” ini Will menggunakan banyak suara-suara yang terdengar familiar di pesawat. Suara “ding” yang biasa dimainkan sebelum pengumuman di bandara atau pesawat
Lagu “Come Away” dari Vintonic merupakan sebuah lagu tentang pelarian dari kenyataan pahit kehidupan ke suatu tempat di luar mimpi dan kenangan kita
Ludicia mendapatkan posisi ke-6 dari total 28 negara yang tampil di W:O:A Metal Battle International 2022. Ini merupakan ranking Metal-Battle Indonesia terbaik sejauh ini
Tidak hanya dimanjakan dengan suguhan audionya, perilisan single “Semeti Medley” dilengkapi pula oleh video musik yang diproduksi oleh Sinema Pinggiran dan disutradai oleh salah satu sineas nyentrik bernama Allan Soebakir
Lagu “Temaram” menjadi lagu bertema paling sendu yang pernah dirilis oleh Sleep Early, mengingat beberapa katalog mereka ke belakang cenderung bernarasi optimistis dan motivatif
Single “Pathetic” lahir dari sebuah keresahan sosial yang massive terjadi pada zaman sekarang, di mana semua orang tak berdaya menghadapi segala macam perundungan, baik secara langsung maupun tidak langsung
Lagu “Siasat” berbicara mengenai refleksi akan hari-hari yang penuh ketidakpastian. Ketertautan rasa itu mendorong mereka untuk mengalihwahanakan puisi “Seperti Bubur” menjadi lagu berjudul “Siasat” ini
BLOODMOON merilis trek terbaru dari EP perdananya yang berjudul “Deeper”. Dalam lagu ini dia menggabungkan falsetto khas Dougy dengan produksi dari produser asal Skotlandia, Pariah
Lagu “Blue” memberikan kesan akan sesuatu yang nostalgic namun refreshing. Dengan formula baru yang melibatkan suara-suara baru, dirinya mampu meracik musik yang lebih futuristic sing along able daripada rilisan sebelumnya
Album ‘Water Will Find Me’ dari Reruntuh berisikan delapan trek atmosferik lintas genre; folk, ambient, hingga post-rock yang ditulis, direkam dan diproduseri oleh Eky Rizkani (Reruntuh) sendiri
EP ‘Satyr’s Satire’ merupakan bagian pertama dari interpretasi Retlehs terhadap konsep klasifikasi dosa dalam ajaran agama Kristen yang populer ditemukan di berbagai produk budaya pop, The 7 Deadly Sins atau 7 Dosa Mematikan