“LANTAI DANSA” Single Kedua dari Ska Punk Kalimantan Timur, THE SELEXIONS
Lewat “Lantai Dansa”, mereka menyuarakan kegelisahan para pelajar—mulai dari terlambat masuk sekolah, menunda tugas, hingga tekanan menghadapi ujian
Lewat “Lantai Dansa”, mereka menyuarakan kegelisahan para pelajar—mulai dari terlambat masuk sekolah, menunda tugas, hingga tekanan menghadapi ujian
Dalam “Sneeze!”, Tamago menyuguhkan perpaduan khas antara distorsi gitar yang berat, synthesizer ambient, dan vokal dual-layered yang kontras namun saling melengkapi
“Tinggi” awalnya lahir dari lirik berbahasa Inggris dan progresi akor unik yang diciptakan oleh Qalid. Meskipun langsung menarik perhatian seluruh anggota band, mereka merasa lagu ini akan lebih kuat jika dibawakan dalam bahasa Indonesia
Dalam “Asmaralaya”, Marcello mengangkat kisah cinta yang begitu kuat hingga seolah mengangkat pasangan kekasih ke alam surgawi
Melalui lirik yang jujur dan personal, Bagus berbicara tentang upaya mempertahankan ikatan yang rentan, dengan keyakinan bahwa hal-hal baik akan datang pada waktunya
“PACINKO” merupakan lanjutan dari PACINKO Pt.1, salah satu track dalam EP sebelumnya, yang kini dikembangkan menjadi lagu utuh dengan eksplorasi cerita yang lebih dalam
Album ini juga menjadi ajang kolaborasi besar, menghadirkan deretan musisi dan produser ternama seperti Riyan Pratamma, Dhea Nasution, Petra Sihombing, Belanegara Abe, Abraham Edo, Kaleb J, Kenny Gabriel, Barsena Besthandi, Syahravi, hingga Kamga
Lewat “Spirit for Happiness”, RAYA mengajak pendengar untuk memaknai kebahagiaan dari berbagai sisi—bukan hanya dari hal-hal menyenangkan, tapi juga dari pengalaman pribadi yang mungkin pahit sekalipun
Dengan membawa semangat grindcore yang tetap brutal dan liris sosial yang tajam, Trench Horror ingin menegaskan eksistensinya di kancah musik underground Indonesia
Kali ini, Mock-tale menarasikan tentang aturan atau keterikatan dalam hidup yang harus didobrak. Lirik lagu kontekstual dan kontemporer ini merupakan sirene untuk semua individu yang terikat akan sebuah aturan atau norma sosial
Nama MARA, yang berarti "pahit" dalam bahasa Ibrani, mencerminkan tema besar dalam karya mereka—bagaimana kepahitan hidup justru membentuk kedewasaan
coming home, pada intinya, adalah eksplorasi tentang arti memiliki tempat di dunia yang selalu bergerak. Setiap lagu menjadi penunjuk jalan dalam peta jiwa untuk membimbing pendengar melalui emosi kompleks seperti kerinduan, cinta, dan pengenalan diri