Pogo Bersama Kolektif ‘Danceable Punk’, LIPS
Danceable Punk - LIPS; Rilis Ulang “Thirsty LP” Via Label Internasional, Heavy Metal Records dengan Single Utama Berjudul “Unlucky Guy”.
Danceable Punk - LIPS; Rilis Ulang “Thirsty LP” Via Label Internasional, Heavy Metal Records dengan Single Utama Berjudul “Unlucky Guy”.
Bagaimana caranya sebuah karya bisa menyebar energi positif bagi penikmatnya? Pertanyaan ini sukses dijawab oleh Kurosuke lewat suguhan video musik terbarunya yang berjudul “Little Joy”.
Mantra Vutura berhasil menggaet 5 seniman/musisi potensial dalam mengisi materi album debutnya.
Sempat habiskan waktu di Candi Boko, sang vokalis dari band Satu Per Empat terinspirasi untuk menggarap lagu berjudul "Ephemeral". Ini adalah tentang ketidakabadian, tentang sesuatu yang sementara, tentang sesuatu yang lekas berlalu.
Solois asal Bali, Made Mawut baru saja merilis album terbaru bertajuk Merdeka 100%. Musisi yang yang mendalami aliran delta blues ini mempertemukan permainan harmonika dan slide gitar dobro di setiap lagunya.
Berangkat dari keresahan akan sifat manusia yang seringkali melupakan dosa dan tenggelam dalam nikmatnya dunia, band Tono Prance menyuarakannya lewat single terbaru yang berjudul “Pendosa”.
Dengan konsep musikalisasi puisi, single teranyar dari Kiarakelana yaitu “Gusar Angin Malam” siap membuat kamu menangis. Kesedihan, rasa rindu dan harapan digabungkan jadi satu dalam single tersebut.
Lebih jauh bercerita tentang albumnya, Shadowplay menuturkan jika album Hyaline ini menurut mereka menceritakan tentang kehidupan sosial di dalam perspektif setiap manusia.
Sederhana dan semakin playfull, EP terbaru Bitzmika lahir dari kisah sehari-hari, dengan dibalut ritme punk yang manis.
Single terbaru dari Time Bomb And The Gangs resmi dirilis. Single tersebut diberi judul "Freeport", sebuah lagu dengan ketukan punk-rock yang sarat akan kritik untuk perusahaan tambang asal Amerika yang penuh dengan kontroversi.
Diambil dari album mininya bertajuk Emes, Endro Trilaksono merilis video musik dari lagu "Makuahine". Kata yang diambil dari bahasa Hawaii bermakna "Ibu" ini bercerita tentang hal emosional yang diwakili lewat musik instrumental.
Single bertajuk “Alexandra” dijadikan sebagai tembang pengantar menuju album kedua dari grup band Reality Club.