Waktunya "Revolusi" di Hari Kemerdekaan Indonesia!
Tanggal 17 Agustus 2018 menjadi momen yang sangat istimewa untuk unit metal asal Malang, Karat.
Tanggal 17 Agustus 2018 menjadi momen yang sangat istimewa untuk unit metal asal Malang, Karat.
Soloensis merilis sebuah video dokumenter ketika mereka berkunjung ke tempat legendaris di Solo, perusahaan rekaman Lokananta.
Lagu ini dianggap sebagai gerbang menuju penantian panjang album ke dua Maladialum yang berjudul Sentuhan Jiwa dalam Aplikasi.
Dengan hadirnya lagu “Bongkar Akal” yang juga disertai video klipnya ini, Torpedoest berusaha menyampaikan bahwa terdapat masalah struktural yang mempengaruhi cara berpikir kita dan keributan atasnya.
Crows As Divine berhasil menemukan warna musik mereka sendiri, yang terkadang mereka binggung untuk menyebutkan apa genre/aliran musik yang dimainkan.
Single berjudul “Dalam Remangmu”, jadi satu hal yang baru bagi ROBBRS, mengingat band ini kerap menggunakan bahasa Inggris dalam karya-karya terdahulunya.
Terlepas dari hirup pikuk di Indonesia, tahun 2018 ini banyak hal menarik yang terjadi, salah satunya dengan cukup banyaknya band-band cadas tanah air yang merilis album baru tahun ini.
Hadir kembali dengan alunan musiknya yang berbeda dari sebelumnya, .Feast ingin mengingatkan kembali peristiwa-peristiwa terlupakan yang pernah terjadi di Indonesia.
Setelah tujuh tahun tidak merilis akrya, Angsa & Serigala akhirnya menjawabnya tahun ini, tepatnya pada tanggal 8 Agustus 2018, lewat sebuah berjudul Ruang Waktu, yang berisikan 10 lagu didalamnya.
Video klip “Superficial” jadi pencapaian tersendiri bagi Burgerkill sebagai band yang hampir menginjak usia seperempat abad ini, yang telah melebarkan musiknya ke mancanegara, termasuk tanah Eropa.
“Mesin Pemahat Waktu” adalah lagu yang dibuat untuk mengenang gitaris mereka yang sudah terlebih dahulu berpulang.
Dari hal yang sederhana, Weirdos lahirkan karya yang sarat makna yang bisa "menampar" orang yang mendengarnya.