Bentuk Perubahan Baru Dari Salah Satu Kelompok Musik Kota Malang
Berkemaskan dalam sebuah garapan visual, Write The Future secara tak langsung berikan pesan untuk tidak diam dan terus bergerak demi perubahan yang lebih baik kepada pendengarnya.
Berkemaskan dalam sebuah garapan visual, Write The Future secara tak langsung berikan pesan untuk tidak diam dan terus bergerak demi perubahan yang lebih baik kepada pendengarnya.
Secara isi cerita lagunya, “Sinari Masa Muda” menceritakan semua orang yang sedang menggapai impiannya dalam masa mudanya, agar harus terus maju dan jangan takut untuk melakukan sesuatu dengan apa yang diinginkan
Dengan ini, acara ‘Soft Sound III’ akan kembali digelar.
Tiga penggagas musik lokal, akan siapkan satu kenangan baru di kota kembang, tepatnya untuk dua aliran musik di era 2000-an awal yang kini masih fenomenal.
Dengan musiknya yang santai dan tenang, dipastikan semua orang akan nyaman mendengar siaran DCDC Substereo minggu ini.
Pada dasarnya tiga rilisan fisik yang digunakan saat ini memang ada tiga, tapi jenisnya cukup beragam.
Tak tahu pasti dari mana grup Unnamed berasal, tapi mereka membekaskan sebuah jejak sebuah karya musik.
Tiba-tiba, Sumar kembali memberi kabar bahwa karya barunya mereka siap untuk didengarkan.
Dari jajaran nama yang akan berkontribusi dalam tajuk ‘Tribute To Nasum’, beberapa sepintas telah menghendus mengenai karya musiknya, salah satunya adalah Hurt’em.
Setelah melepas single-nya ditahun lalu, penyanyi yang sekaligus rooster teranyar dari Double Deer Records merilis debut mini albumnya bertajuk ‘Prolog’.
Bersenang-senang secara musikal. Mungkin kalimat itu menjadi yang paling menggambarkan dari trio bernama Ligro ini. Mereka bertiga sepakat bahwa grup ini merupakan kolaborasi musik yang paling menantang sekaligus yang paling menyenangkan
Salah satu karya lawasnya, ‘Fix’ akhirnya dimunculkan kembali oleh band asal Malang ini sebagai jembatan menuju album barunya.