Tokyolite, Band Indonesia Pertama yang Tampil pada Tokyo Acoustic Session
Disertakannya Tokyolite dalam Tokyo Accoustic Session merupakan satu hal yang cukup membanggakan.
Disertakannya Tokyolite dalam Tokyo Accoustic Session merupakan satu hal yang cukup membanggakan.
Single “Orison” yang disajikan berbahasa Inggris menceritakan tentang kekecewaan mereka terhadap para pelaku kekerasan yang dengan teganya merenggut masa depan anak-anak di tanah air.
Dalam projek solonya ini, Gerald hanya bermodalkan suara petikan gitar semata yang begitu sendu.
Format yang disajikan oleh Substereo berupa talkshow dan live session yang seru untuk dinantikan.
Single mereka terbilang unik dengan balutan hardcore dicampur sedikit melodi dari musik thrash nan cepat membuat kuping para pendengarnya semakin terhentak.
Musik blues yang diiringi dengan suara organ dan konsep musik rock n roll 1970-1980an
Crucial Conflict yang banyak terpengaruh dengan aliran metal dan hardcore kali ini mengkombinasikan thrash dan death metal pada album ketiga ini.
Keseluruhan lagu yang Adrian Adioetomo sajikan dikemas dengan pola musik yang kental dengan adaptasi permainan blues.
Tak ayal, apa yang mereka sajikan pun menjadi karya yang estetik dan mudah diingat.
Melalui single pertamanya yang bertitel “Idealis Realistis”, ia berusaha menyampaikan bahwa prinsip apapun yang diusung seharusnya tidak menjadi bahan untuk saling menjatuhkan satu sama lain
Jika kita mendengarkan lagu ini dengan seksama, kita akan terbawa ke dalam satu perasaan yang dalam dan sulit untuk dideskripsikan
Membawa penonton ke dalam perjalanan bunyi melalui perkembangan mereka yang awalnya sebagai band bawah tanah hingga kematangan musikalitas mereka.