"Pajeromon", Karya Rock Psikedelia Pertama dari Rollfast di 2020
Mengawali produktivitas di tahun 2020, kelompok musik rock-psikedelia asal Pulau Dewata, Rollfast melepas sebuah single. Di bawah bendera LaMunai Records, mereka merilis lagu berjudul "Pajeromon", tepatnya di hari kasih sayang bulan lalu. Lagu tersebut dirilis dalam rupa video lirik yang dipublikasikan di kanal YouTube Rollfast Official.

Sekilas tentang Rollfast, band ini telah merilis satu album pada tahun 2015, satu single pada 2015 dan split single 7' bersama Sigmun di tahun 2017. Mereka juga aktif merilis live-video di akun YouTube-nya. Musikalitas yang ditampilkan di karya baru Rollfast disebut-sebut lebih berani: menggabungkan berbagai unsur musik: rock, elektronik, jazz hingga nada-nada mistik dari berbagai tradisi di Indonesia. Sayangnya, Ayrton Willem dan Brahmantia memutuskan untuk hengkang dari Rollfast di akhir rekaman, menyisakan Agha Praditya (vokal), Arya Triandana (bas) dan Bayu Krisna (gitar).
Kembali membahas "Pajeromon", ini merupakan single pertama menuju album penuh yang rencananya dirilis tahun ini. Video liriknya dikemas dalam bentuk 3D modelling, di dalamnya bercerita tentang pandangan mereka terhadap kehidupan sosial di Bali serta segala keresahannya.
Diceritakan lewat siaran pers, "Pajeromon" merupakan monster fiksi yang mereka buat berdasarkan referensi dari serial anime digital Monster. Kata tersebut merupakan gabungan dari kata Pajero, Jero dan Romon. Pajero menginterpretasikan maskulinitas dan kemapanan, Jero merupakan titel yang digunakan masyarakat Bali untuk seseorang yang memiliki tanggung jawab moral dalam pelayanan sekala/niskala, sementara "Romon" dalam Bahasa Bali berarti kotor.
"Pajeromon" direkam di Rockness Music, Antida Soundgarden dan Rock The Beat Studio, sementara mixing-mastering dilaksanakan oleh Racka Bintara. Untuk video lirik, ilustrasi teksnya dikerjakan oleh Esa Bani dan Wicitra Pradyaratih, animasinya oleh Arya Triandana, dan footage oleh Dapott.
Comments (0)