Pasca 6 Tahun Hiatus, Another Project kembali Eksis beserta Album Terbaru ‘Janganlah Padam!’
Sumber foto : Diambil dari siaran pers Another Project
Tak hanya sekedar meneruskan eksistensi, album Janganlah Padam! disajikan dengan perbedaan yang cukup kentara dari album-album sebelumnya
Dinamika musik hari ini tak hanya diiringi oleh wajah-wajah baru yang mulai mekar di permukaan. Muka-muka lama pun kembali merekah, terangsang tensi geliat musik yang kian hari kian hangat oleh karya-karya musik jempolan. Pasca 6 tahun hiatus, Another Project yang kini hampir menginjak usia dua dekade bermusik, kembali eksis beserta album terbarunya yang bertajuk Janganlah Padam!.
Sejak dibentuk tahun 2005 lalu, tak dapat dipungkiri jika bongkar pasang personil pun harus Another Project tempuh. Kini, Another Project terdiri dari Ophay (Vocal /Rhytm Guitar), Cepe Hendrix (Lead Guitar), Opik (Bass), Telix (Drum). Didasari beragam latar musikal tiap personilnya, musik Another Project bermuara pada komposisi musik reggae dengan aneka warna dari genre lainnya.
Sejauh ini Another Project telah mengantongi satu buah EP/mini album, satu album live dan dua keping album penuh. Diantaranya, EP Lets Against The World! yang dirilis pada tahun 2010, album perdana bertajuk Indonesian Rebel Reggae Revolution (2012), album yang direkam secara live yang diberi judul A Live Recording Session, PANTANG MENYERAH! (2016), dan album kedua mereka yang dirilis sebelum hiatus PANTURA SOUND (2017).
Enam tahun pasca album terakhir mereka rilis, akhirnya Another Project kembali melepas album terbaru dengan tajuk utama Janganlah Padam!. Sebuah album yang selaras dengan rasa optimis serta semangat bermusik para personilnya dan berbicara tentang keresahan akan lika-liku menghadapi kehidupan di era mereka saat ini.
Tak hanya sekedar meneruskan eksistensi, album Janganlah Padam! disajikan dengan perbedaan yang cukup kentara dari album-album sebelumnya. Secara musikal, album ini dihiasi dengan aroma musik rock 90an melalui sound dari lapisan distorsi dan drive di setiap lagunya. Namun, akar rumput musik jamaika yang selama ini menjadi gaya Another Project masih tetap dipertahankan.
Dirangkum oleh satu intro dan lima materi lagu di dalamnya. Masing-masing track memadukan berbagai macam unsur musik yang menjadikannya kaya dan penuh warna. Another Project kali ini memang cukup berani, dari mulai musik tarling dengan nada meliuk-meliuk dari instrumen senar, disandingkan dengan irama steady beat ala musik Jamaica Ska pada track pembuka yang disajikan secara instrumental.
Menuju track kedua dan selanjutnya, formula musik yang brilian pun kembali menjadi kejutan. Another Project bahkan menghadirkan suasana musik alternative rock 90-an lengkap dengan sound distorsi serta riff-riff gitar yang terdengar akrab di band-band britpop, di track kedua yang berjudul “Entahlah”. Liriknya yang disampaikan dengan cara depresif dan marah, menggambarkan segala bentuk keresahan hingga rasa rindu yang tak terucap.
Berpindah di track ketiga yang menjadi focus single album ini, lagu berjudul “Janganlah Padam” digubah dengan musik yang lebih kompleks lagi. Another Project dalam track ini mencoba memadukan warna musik funk, psychedelic, roots, rock, reggae dalam satu lagu. Selaras dengan judul lagunya, lagu ini mengusung tema seruan dan ajakan untuk terus semangat menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Pada track selanjutnya diisi lagu berjudul “Freedom Fighter”, lagu ini merupakan anthem bagi para fansbase Another Project disetiap kali manggung karena formatnya yang singable. Lalu, track ke-lima diisi “Keep Smiling (Don't Give Up)”. kombinasi antara Irama melodi musik tarling dangdut, bertemu musik Jamaika, yang dipertebal dengan alunan suling khas Tarling Cirebon adalah sajian utamanya.
Album Janganlah Padam! ditutup oleh lagu bertajuk “Pantang Menyerah”. Lagu perlawanan, sekaligus penyemangat, serta ajakan untuk terus bergerak maju demi hidup yang lebih baik. Pola ketukan drum layaknya musik punk berpapasan dengan distorsi gitar cukup ‘galak’ menjadi sebuah energi besar pada lagu ini. Liriknya ditulis secara sederhana, namun tegas.
Seluruh proses rekaman album ini dikerjakan di Jags Studio Records Cirebon, sementara proses mixing dan mastering dikerjakan di Trek House Studio Surabaya dibantu oleh Pras Imansyah (Skabanton) sebagai operator. Ophay (vokal & gitaris) menjadi pelaku utama dibalik penulisan lirik, komposisi musik dikerjakan bersama semua personil Another Project dan juga di bantu musisi tarling asal Cirebon Mang Akid yang mengisi part suling di salah satu lagu di album ini.
Album ini dirilis secara mandiri oleh Another Project dalam bentuk rilisan fisik berupa kaset pita dan dalam format digital melalui platform streaming seperti iTunes, Spotify, Deezer dan lainnya pada 12 Juli 2024. Sementara salah satu lagu, yakni “Pantang Menyerah” telah dirilis lebih dulu oleh Doggyhouse Records.
Another Project menyampaikan, dengan dirilisnya album ini, semoga bisa membuka pikiran, hati, dan juga rasa pendengar agar selalu optimis dalam menjalani kehidupan. Dan Another Project bisa berkontribusi untuk kemajuan musik Tanah Air.
Comments (0)