Pasukan Perang Suguhkan Lagu Tradisi Dengan Bumbu Dangdut dan Rocksteady
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Pasukan Perang
Lagu “Kembang Ros Bereum” merupakan lagu tradisi rakyat Jawa Barat yang sering disajikan dalam kesenian pencak silat, kliningan (gamelan).
Ada dan mungkin tidak sedikit yang menyatakan jika musik dangdut merupakan musik asli Indonesia. Mengamini pernyataan tersebut unit heavy dangdut yang menamakan dirinya Pasukan Perang menjadikan itu sebagai identitas karyanya. Satu hal yang kemudian mereka tunjukan lewat single berjudul “Kembang Ros Bereum”, yang didaulat menjadi single kedua mereka di pertengahan tahun 2019 ini, setelah sebelumnya mereka merilis single “Nestafa”
Lebih jauh tentang Pasukan Perang, diakui mereka jika kolektif ini merupakan bentuk ekspresi dari 8 pemuda yang terdiri dari Ekek (vokal), Radi Tajul (gitar), Blader (gitar melodi), Denok (bas), Dani Naga (bangsing), Rady Kesrek (biola), Ijul (perkusi), dan Ajibolle (Kendang) sejak tahun 2013. Meski memiliki influence yang berbeda namun hal itu justru menjadi sebuah keasyikan yang membangun warna bagi Pasukan Perang itu sendiri, sebagaimana yang hadir di single kedua ini.
Sedangkan tentang pemilihan single “Kembang Ros Bereum” sendiri menurut mereka hal tersebut bertujuan untuk memperkenalkan diri pada penikmat musik kota Bandung, dan Indonesia pada umumnya. Secara rincinya mereka menjelaskan jika lagu “Kembang Ros Bereum” merupakan lagu tradisi rakyat Jawa Barat yang sering disajikan dalam kesenian pencak silat, kliningan (gamelan), yang biasanya hanya dapat ditemui dan dinikmati pada saat menyaksikan kesenian daerah tersebut.
Untuk hal tersebut, sebagai bentuk respon Pasukan Perang sebagai anak muda, dan atas nama kerinduan, lagu ini diaransir ulang oleh mereka dengan gaya musik ala rocksteady, dan tentu saja irama atau beat yang kental dengan seni tradisi Jawa Barat. Kendati demikian nuansa dangdut tetap terjaga, yang mana hal tersebut merupakan presentasi karya kedua dari Pasukan Perang.
Comments (0)