Penyesalan yang Berujung Kesendirian, dalam Debut Single The May's Berjudul “Sorry”

Penyesalan yang Berujung Kesendirian, dalam Debut Single The May's Berjudul “Sorry”

Sumber foto : Diambil dari siaran pers The May's

Secara umum tema-tema sentimental pada kehidupan muda-mudi, The May's gubah menjadi lebih emosional lewat alunan musik yang menggebu-gebu

Ranah musik di luar arus utama memang hadir melengkapi geliat industri musik di permukaan dengan sajian karya yang digubah dari hasil kreasi kebebasan berekspresi para pelakunya. Tak jarang gairah musik yang mereka tunjukkan lantas selalu menarik atensi lebih dari para penggemar musik di dalam negeri. Salah satu unit yang bernadi aliran musik rock asal kota Medan The May's, muncul dan mengawali debut karir bermusiknya dengan mendaulat satu buah single berjudul “Sorry”.

The May's yang hanya ditunggangi dua personil ini terdiri dari dua sekawan, Atha yang memegang instrumen gitar dan Hafiz yang memegang kendali suara vokal, keduanya telah menjalin hubungan pertemanan sejak masa SMA. Kesamaan selera musik dan kegiatan jamming bareng adalah kuncian yang akhirnya membuka The May's untuk ambil bagian di kancah musik lokal saat ini. Musikalitas keduanya terbentuk dan banyak dipengaruhi oleh band-band yang beririsan seperti One Ok Rock & 30 Second to Mars. 

“Untuk genrenya mungkin bisa dibilang kami ini Alternative Rock ya, tapi di lagu ini mungkin lebih ke Stadium Rock? Karena emang kami suka One Ok Rock dan setelah kami lihat-lihat (penampilan) live mereka, kami punya mimpi untuk bisa jadi sebesar mereka,” imbuh Hafiz (vocal).

Single berjudul “Sorry” milik The May's ini mereka akui telah tercipta sejak tiga tahun lalu, mengingat band ini hanya diperkuat dengan formasi duo. Materi ini mereka ramu dan matangkan bersama salah satu studio dan label rekaman di Medan, Ringo Records, yang diproduseri langsung oleh Tengku Johan Arifin (produser Ringo Records). Hal demikian untuk mewujudkan materi yang disajikan dalam format full band. Materi musik yang awalnya dirancang langsung oleh The May's, kemudian disempurnakan oleh Tengku Johan Arifin pada Drum, Bass, dan Piano.

The May's pun menjelaskan perihal tema lirik yang mereka angkat dalam single “Sorry” ini, dalam lagu ini mereka berusaha bercerita tentang penyesalan yang dialami seseorang, kebodohan untuk tidak mau mendengarkan orang-orang terdekatnya berujung pada kesendirian, kesunyian dan rasa kosong, hingga akhirnya ia tersadar dan menyesal. Secara umum tema-tema sentimental pada kehidupan muda-mudi, The May's gubah menjadi lebih emosional lewat alunan musik yang menggebu-gebu.

Debut single “Sorry” yang rilis di pertengahan tahun ini, sekaligus akan membuka beberapa rilisan The May's selanjutnya yang dicanangkan akan mereka lepas di sepanjang tahun ini. Bersama Ringo Records single “Sorry” dari The May's yang dirilis dalam format digital telah beredar di berbagai layanan pemutar musik online pada umumnya seperti Spotify, silahkan simak melalui tautan dibawah ini.

BACA JUGA - Lika-Liku Kehidupan Pria di Masa Pertumbuhan dan Masa Dewasanya, Mengisi Album Perdana Fertikal Bertajuk ‘Gama’

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner