Perayaan Dua Dekade Sic Mynded Sebar ‘Jelaga 2020’
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Sic Mynded
Dua dekade sudah berlalu, hadirnya album “Jelaga 2020” menggenapkan barisan diskografi karya Sic Mynded yang artinya, sudah ada 4 buah album dan 4 buah single yang dirilis sejak awal band ini dibentuk.
Terdiri dari 13 lagu lama yang bersanding dengan beberapa materi baru, album Jelaga 2020 adalah perayaan tentang pengembaraan spiritual dalam perjalanan memaknai hidup, ketidaksempurnaan, dan berproses menuju bijak yang seringkali perjalannannya tidak bijak sama sekali.
Penikmat musik tanah air kembali disuguhkan sebuah album terbaru berformat digital dari veteran industrial asal Jakarta – Sic Mynded, bertajuk Jelaga 2020. Sebenarnya, album ‘Jelaga’ sudah pernah dirilis pada tahun 1999 dan diganjar nominasi AMI Awards di tahun yang sama dan di tahun yang gelap ini, album yang beramunisikan total 13 lagu beraliran elektronik rock direkam dan di-master ulang sembari melepas beberapa materi lagu baru. Jelaga 2020 adalah rekam jejak yang akan membawa pendengar ke catatan perjalanan panjang Sic Mynded sebagai sebuah entitas dengan segala bentuk perubahan di dalamnya yang membuat musik mereka semakin matang dan memiliki ciri khas tersendiri.
Dua dekade sudah berlalu, hadirnya album Jelaga 2020 menggenapkan barisan diskografi karya Sic Mynded yang artinya, sudah ada 4 buah album dan 4 buah single yang dirilis sejak awal band ini dibentuk oleh Oddie Octaviadi dan Rudi Soedjarwo di kota San Diego, Amerika Serikat. Band yang pertama kali melahirkan album di tahun 1995 di Negeri Paman Sam ini sempat mengalami hiatus cukup lama, disebabkan kesibukan Rudi sebagai sutradara yang garapannya mewarnai kancah perfilman nasional (juga internasional) dan Oddie yang bekerja di bidang digital dan komunikasi. Namun, akhir 2018 lalu keduanya kembali bergabung dan aktif bermusik, ditandai penggarapan single berjudul “Peace Witihin”.
Kemudian, setahun berselang Sic Mynded mendapatkan anggota-anggota baru yang beberapa namanya sudah malang melintang dan memiliki reputasi cukup sahih di dunia permusikan Indonesia, yaitu Marcell Siahaan, Gatot Aliando, Aldi Pagaruyung dan Adra Karim. Masing-masing dari keempat orang tersebut datang membawa keunikan yang berasal dari latar belakang bermusik berbeda dan tentu saja memberikan sentuhan juga nafas baru bagi Sic Mynded. Sebagai catatan, ke 13 lagu di album Jelaga 2020 ini secara mayoritas ditulis oleh Oddie dan Rudi, sementara proses aransemen dan rekam ulang beberapa lagu lama diproduseri oleh Marcell Siahaan
“Lagu-lagu Sic Mynded di album baru ini mewakili perjalanan hidup saya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, album ini menggambarkan perjuangan dan seni dalam menghadapi berbagai tantangan hidup terlepas apakah saya sudah berhasil mencapai hal itu atau belum,” ujar Rudi, sang co-founder.
“Album Jelaga 2020 adalah pencapaian dari suatu perjalanan spiritual memaknai hidup apa adanya, tanpa harus selalu terlihat dalam 'bungkus' dan 'kosmetika' positif dan relijius. Tidak harus berandai- andai, tidak harus bermanis-manis. Menuju bijak, seringkali perjalanannya tidak terlihat bijak, dan itu realita yang apa adanya,” tambah Marcell.
Selain merilis album “Jelaga 2020” dalam bentuk digital, Sic Mynded pun berencana akan melepas bentuk fisiknya di akhir bulan Juli. Rilisan fisik ini nantinya akan memuat beberapa lagu tambahan yang tidak dirilis secara digital.
Temukan album “Jelaga 2020” di semua layanan music streaming dan toko musik digital. Album ini menjagokan single “Jelaga 2020”, “Triggerdance”, “Save Your Kiss” dan juga “Peace Within”, yang sudah sempat diluncurkan sebagai single terpisah di penghujung Februari 2020 lalu.
Comments (0)