Pourriture Mengusung Tema Buruh di Video Musik Terbarunya
Lewat video musiknya, Pourriture mencoba menyampaikan pesan tentang keinginan imajiner untuk memutuskan mata rantai kapital yang mengikat mereka
Sebuah lagu bisa bercerita tentang apa saja. Bisa dari hasil refleksi perasaan personal, namun bisa juga dari hasil pengamatan dari luar yang dituangkan dalam bentuk karya seni. Satu hal yang kemudian diamini pula oleh Pourriture kala band ini merilis single berjudul “Lanskap Peperangan Kelas”. Single ini bukan hanya sebuah karya seni musik, tetapi juga sebuah bentuk protes terhadap kesulitan yang dihadapi oleh kelas buruh dalam menghadapi tekanan pemilik bisnis yang terus menerus.
Tidak hanya mengetengahkan tema lagu yang dirasa relevan dengan kondisi di Indonesia, Pourriture kemudian menguatkan pula rilisan karyanya ini lewat sebuah video musik. Diakui oleh mereka video musik ini terinspirasi oleh perjuangan kelas buruh yang harus berhadapan dengan keinginan pemilik (perusahaan) yang tampaknya tak ada hentinya. MV (music video-red) ini mencoba menyampaikan pesan tentang keinginan imajiner untuk memutuskan mata rantai kapital yang mengikat mereka. Kesedihan, kemarahan, dan dendam menjadi pemicu untuk menyelesaikan segala ketidaksetaraan yang mereka alami.
Selain itu, orang-orang yang terlibat dalam pembuatan karya ini juga merupakan elemen penting yang membuat "Lanskap Peperangan Kelas" menjadi karya yang kuat. Indan Gustian, yang bertindak sebagai editor dan produser, menghadirkan keahliannya dalam meramu pesan yang ingin disampaikan oleh Pourriture. Anggi Andriyana, seorang camper, turut menyumbangkan ide-ide kreatifnya, sementara Pratama Sound bertanggung jawab atas aspek suara yang berbanding lurus dengan pesan yang ingin disampaikan Pourriture dalam lagunya. Sebuah esensi kemarahan yang diaplikasikan lewat musik dan olah tata suara.
Aceh Studio, yang berperan sebagai Gapper, ikut memberikan sentuhan profesional pada produksi ini. Pourriture sendiri memberikan sentuhan artistik yang khas, dengan Reksa dan Adam sebagai bagian dari kru yang turut membangun kesan mendalam pada karya ini. Agam & Hadid The Highway, dua sosok yang berperan sebagai cast, membawa elemen kehidupan nyata ke dalam kisah yang dihadirkan oleh Pourriture.
Lembayung, yang bertugas di bidang makeup, juga ikut menyempurnakan visual dari karya ini. Single ini tidak hanya sebuah lagu, melainkan sebuah karya seni multimedia yang menggabungkan unsur-unsur visual dan audio untuk menyampaikan pesan yang mendalam.
Menariknya, "Lanskap Peperangan Kelas" juga diumumkan sebagai single promo untuk album ke-2 Pourriture, yang akan bekerja sama dengan Brutalmind Record. Album ini diperkirakan akan dirilis di pertengahan tahun ini, di mana hal itu memberikan harapan bagi para penikmat karya mereka untuk menikmati lebih banyak karya dari band ini.
Dengan semangat perlawanan yang terpancar dalam karya mereka, Pourriture memberikan suara kepada kelas buruh, mengajak pendengarnya untuk merenung dan bersatu dalam melawan ketidaksetaraan. "Lanskap Peperangan Kelas" bukan hanya sekadar lagu, melainkan juga panggilan untuk tindakan dan perubahan. Simak video musiknya melalui tautan di bawah ini.
Comments (0)