Rachun Tawarkan Solusi Lewat Single

Rachun Tawarkan Solusi Lewat Single "Renovasi"

Foto didapatkan dari siaran pers.

Berselang dua hari setelah “Kenapa Harus” yang penuh emosi, Rachun melempar amunisi lainnya berjudul “Renovasi”. Single ini ikut ambil bagian dalam album pendek yang dirilis tempo hari bertajuk Sotoy. Sebagai tinjau ulang, EP tersebut merupakan kali ke-5 Rachun membuahkan karya.

Sotoy adalah babak baru dari perjalanan Rachun. Ada narasi panjang di dalamnya, bertema luas dan besar. Salah satunya, mengkritik budaya kritik zaman kiwari. Salah kaprah yang terjadi pasca reformasi memunculkan demokrasi ke permukaan – budaya kritik kini menjadi hal yang lumrah. Terkesan murah(an) dan dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Mengutip dari siaran persnya, “Semua bisa mengadakan kritik sesuai porsi dan kebutuhan, baik kemasan botol maupun sachet-an. (Kritik) dapat dilakukan di warung, di gang-gang atau di swalayan besar."


Sang drummer menjadi model desain sampul "Renovasi"

Sejatinya, kritik yang mengutip dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik-buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat dan sebagainya. Membangun budaya kritik akhirnya bersifat memperbaiki. Toh tak dapat dipungkiri bahwasanya kritik merupakan buah pikir seseorang dalam menilai satu hal, mengemukakan pendapat, atau kecaman akan fenomena atau kejadian. Idealnya, setelah kritik diucapkan, solusi menjadi jawabannya bagi yang mengkritik atau pengkritik, tidak serta merta asal berbicara. Namun, acap kali hal itu sangsi terjadi dewasa ini. Atas dasar itulah, Rachun memberikan saran kepada khalayak yang gemar kritik tanpa solusi, yakni "Renovasi".

“Renovasi berisi slogan-slogan yang dirasa tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia yang semakin reyot. Sambil mengatasnamakan modernisasi, Indonesia semakin melupakan jati diri dan budayanya. Sebagai sebuah negara pun, Indonesia gagal memajukan mental dan pola pikir masyarakatnya yang tetap mudah diadu-domba juga semakin sering mengkritik tanpa solusi,” kata salah seorang personilnya, Firas.

Ditambahkan oleh Yudhis, lagu ini ngritik atas dan bawah. Pun menjadi pengingat untuknya dan siapa saja setiap kali mau menuntut hak, “Udah ngejalanin kewajiban dengan baik belum ya? Atau, gue udah ngasih apa sih sebelum minta? Lalu, ibarat membersihkan sebuah kamar yang sangat berantakan dan banyak sampah kesebar di sana-sini, renovasi dengan mengeluarkan semua isi kamar, buang yang ngga perlu, bersihin akarnya, dan berani mulai dari nol menjadi solusinya.” 

Proses “Renovasi” sendiri direkam secara live, sehingga suara yang dihasilkan terkesan nyata di telinga. Diramu langsung oleh tangan dingin Bayu Perkasa di Potsjam, dan di-master oleh Firas Raditya, bertempat di studio Rekaman Pots. “Renovasi” sudah dirilis pada 27 September 2019 lalu dan dapat dinikmati melalui beragam layanan pelantar musik digital seperti Spotify, Apple Music, JOOX, dan Deezer.

BACA JUGA - Single Teranyar dari Rachun; Kritisi Soal Omong Kosong Resolusi di "Januari"

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner